RADAR JOGJA – Kabupaten Kulonprogo kembali mencatat klaster Covid-19 dengan jumlah penularan cukup tinggi. Tepatnya di klaster Sangon. Hingga Minggu (16/5) ditemukan 124 kasus warga positif Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menyebut kurangnya pemahaman masyarakat dan belum maksimalnya peran gugus tugas di tingkat desa menjadi penyebab meluasnya klaster tersebut. Jumlah penularan dimungkinkan akan terus bertambah, seiring dengan terus dilakukannya tracing oleh gugus tugas.

“Memang kita sama-sama abai dan mungkin gugus tugas juga kurang optimal. Untuk itu kami akan lebih mengoptimalkan semua pihak yang terlibat untuk taat prokes. Kami juga mengimbau kepada masyarakat bahwa pandemi belum berakhir,” ujar Fajar di kantornya, Senin (17/5).

Timbulnya klaster Sangon yang terjadi di wilayah Kapanewon Kokap, bermula dari adanya suatu kegiatan keagamaan di sebuah musala. Dalam kegiatan tersebut diketahui ada salah satu jamaah yang membawa virus Covid-19.

Diduga karena kurangnya penerapan prokes, penularan virus ke jamaah lainnya pun tak terhindarkan. Hingga saat ini tercatat sudah ada 124 warga dari empat padukuhan yang terkonfirmasi positif.

Adapun rinciannya Padukuhan Sangon 60 kasus, Padukuhan Kadigunung 60 kasus, Padukuhan Tapen dua kasus dan Padukuhan Tlogolelo Kalurahan dua kasus. Dari jumlah tersebut, tiga orang menjalani isolasi di rumah sakit dan 121 lainnya isolasi mandiri.

Sementara juru bicara Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyatakan saat ini gugus tugas telah melakukan pembatasan ketat terhadap akses keluar masuk atau lockdown di empat padukuhan tersebut. Kemudian juga telah dilakukan penutupan tempat ibadah dan pelarangan kegiatan berkelompok.

Pemerintah desa setempat juga telah menyiapkan sembako untuk diberikan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Kemudian gugus tugas kini tengah melakukan penelusuran terkait potensi penularan dengan melakukan swab tes masal terhadap 200 orang sasaran.

“Kerjasama yang baik antara satuan tugas dan masyarakat diharapkan mampu memutus rantai penularan Covid-19 di wilayah tersebut,” ujar Baning. (inu/bah)

Kulonprogo