RADAR JOGJA- Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo, menemukan adanya Klaster Sangon di Desa Hargomulyo dan Kalirejo, Kepawon Kokap, di mana puluhan warga terkonfirmasi positif COVID-19. kini, total konfirmasi positif dari klaster itu tercatat sudah mencapai 62 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan bahwa pada Kamis (13/5) tercatat ada penambahan sebanyak 22 kasus positif Covid-19 dari klaster tersebut. Sebelumnya gugus tugas mencatat ada sebanyak 40 kasus. Sehingga kini total konfirmasi positif menjadi 62 kasus.

Baning menjelaskan, dari total 62 kasus tersebut enam diantaranya keluar hasil positif dari tes Rapid Antigen dan 56 dari Swab PCR. Tiga orang harus mendapat perawatan di rumah sakit dan 59 lainnya kini tengah menjalani isolasi mandiri.

“Jumlah rawat di RSUD Wates ada 2 orang, kemudian yang dirawat di RSUD Nyi Ageng Serang ada 1 orang, untuk lainnya isoman. Dari kasus tersebut 90 persen pernah mengalami gejala ringan berupa anosmia,” katanya saat dikonfrimasi Sabtu (15/5).

Sementara untuk wilayah penularan tersebar di empat padukuhan. Yakni di Padukuhan Sangon Kalurahan Kalirejo sebanyak 43 kasus, Padukuhan Kadigunung Kalurahan Hargomulyo 15 kasus, Padukuhan Tapen Kalurahan Hargomulyo 2 kasus dan Padukuhan Tlogolelo Kalurahan Hargomulyo 2 kasus.

Dengan semakin bertambahnya jumlah kasus penularan, Baning menyatakan saat ini gugus tugas telah melakukan pembatasan ketat terhadap akses keluar masuk di empat padukuhan tersebut. Kemudian juga dilakukan penutupan tempat ibadah dan pelarangan kegiatan berkelompok.

Pemerintah desa setempat juga telah menyiapkan sembako untuk diberikan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri. Kemudian gugus tugas kini tengah melakukan penelusuran terkait potensi penularan dengan melakukan swab tes masal terhadap 200 orang sasaran.

“Kerjasama yang baik antara satuan tugas dan masyarakat diharapkan mampu memutus rantai penularan Covid-19 di wilayah tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui, awal klaster tersebut diketahui terjadi pada Jumat (30/4) lalu. Setelah sebagian warga mengeluhkan gejala Covid-19 usai menghadiri sebuah kegiatan di salah satu mushola.

Dari penelusuran gugus tugas di wilayah setempat. Baning menyatakan klaster Sangon juga tidak hanya ditemukan pada jamaah yang ikut dalam kegiatan ibadah saja. Namun juga telah menyebar ke masyarakat sekitar.

“Sehingga kami himbau agar melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat,” himbaunya. (inu/sky)

Kulonprogo