RADAR JOGJA- Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah selesai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada tingkat SD dan SMP.

Hasilnya disebut sudah cukup baik. Sehingga wilayah tersebut menyatakan siap menggelar proses belajar secara langsung sesuai pencegahan Covid-19.

Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan secara keseluruhan hasil dari simulasi PTM pada jenjang SD dan SMP sudah berjalan baik dan sesuai rencana. Penerapan protokol kesehatan, kesiapan sarana dan prasarana pencegahan virus, hingga standar operasional bagi siswa juga sudah terlaksana.

Dengan capaian hasil tersebut dipastikan Kulonprogo sudah siap menggelar pembelajaran tatap muka. Namun demikian, Arif menyatakan pihaknya saat ini tetap masih menunggu apakah simulasi yang dilakukan memiliki dampak terhadap peningkatan Covid-19 atau tidak.

“Semoga tidak ada dampaknya, namun kami rasa tidak. Karena protokol kesehatan di sekolah sudah diterapkan dengan sangat ketat,” ujarnya Senin (10/5).

Arif menjelaskan pihaknya juga telah menyiapkan manajemen resiko apabila terjadi kasus penularan. Pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan puskemas apabila ada keluhan sakit dari guru maupun guru.

Saat ini, Disdikpora juga tengah menunggu tahapan vaksinasi bagi tenaga kependidikan di Kulonprogo. Dia menyatakan, khusus untuk guru jenjang SMA/SMK mayoritas sudah difasilitasi vaksin oleh pemerintah provinsi.

Kemudian untuk guru di jenjang PAUD dan SD hampir seluruhnya sudah mendapatkan vaksinasi tahap pertama. Sementara untuk tenaga pendidik di jenjang SMP sebagian masih belum mendapatkan vaksinasi. Salah satunya di wilayah kapanewon Wates.

“Harapannya sebelum bulan Juli atau pelaksanaan PTM semua guru di Kulonprogo sudah tervaksin seluruhnya,”katanya.

Sebelumnya, kalangan legislator menyoroti lambannya tahapan vaksinasi bagi tenaga pendidik di wilayah kapanewon Wates. Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan dari hasil pantauannya banyak tenaga kependidikan di Kulonprogo yang belum menerima vaksin sama sekali.

Mayoritas merupakan guru jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kapanewon Wates.

Akhid menerangkan, belum divaksinnya para tenaga pendidik di wilayah tersebut karena sasaran vaksinasi di Puskesmas Wates terlalu tinggi. Sehingga membuat sasaran vaksin untuk tenaga kependidikan di wilayah tersebut belum terfasilitasi.

Politikus PDI Perjuangan ini menyadari bahwa tenaga medis merupakan fokus dari tahapan vaksin Covid-19 saat ini. Namun demikian, disisi lain pihaknya juga mendapat keluhan dari para tenaga pendidik di tingkat SMP yang sama sekali belum tersentuh vaksin.

“Untuk itu kami berharap agar mereka (guru) bisa didahulukan. Terlebih tahapan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) juga akan dilaksanakan paling lambat tahun ajaran 2021/2022,” terangnya. (inu/sky)

Kulonprogo