RADAR JOGJA – Ron-ron Dog Care (RRDC) Jogja melakukan evakuasi terhadap anjing-anjing yang sebelumnya disita Jajaran Polres Kulonprogo saat operasi Ketupat 2021, pada Kamis (6/5). Anjing-anjing tersebut rencananya akan dirawat di selter yang dimiliki RRDC Jogja.

Total ada 67 anjing yang dibawa untuk dievakuasi. Sebenarnya total ada 78 anjing yang disita oleh petugas Polres Kulonprogo. Namun sebelas ekor diantaranya mati karena kondisinya sudah lemah.

Anjing-anjing tersebut dibawa dari Garut, Jawa Barat dan rencananya akan dibawa ke Surakarta, Jawa Tengah untuk dijual dagingnya. Beruntung, upaya penyelundupan hewan tersebut berhasil digagalkan petugas perbatasan wilayah dalam operasi pengawasan pemudik.

Pendiri RRDC Jogja, Viktor Indra Buana mengatakan anjing-anjing tersebut nantinya ditampung terlebih dahulu di selter RRDC. ”Supaya hewan-hewan tersebut bisa mendapatkan perlakuan yang layak,” kata Viktor Jumat (7/5).

Viktor menyatakan, beberapa anjing yang disita memang sebagian ada yang dalam kondisi sakit dan segera membutuhkan perawatan. Hal itu, karena sebelumnya anjing-anjing tersebut dibawa dengan cara yang tidak layak.
“Untuk rencana jangka pendek jelas akan kami tampung lalu rawat anjing-anjing ini. Intinya sebisa mungkin kami selamatkan dulu nyawa mereka,” ujar Viktor.

Sementara Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry mengatakan penangkapan terduga penyeludupan anjing tersebut bermula ketika petugas perbatasan melakukan giat pemantauan pemudik di Pos pengamanan Temon pada Kamis (6/5) pada pukul 01.30 dini hari.

Saat itu, petugas memberhentikan mobil pickup bernopol AB 1779 MK yang dikemudikan oleh Sugiatno,50 warga Duren Sawit, Jakarta dan Suradi,48 warga Sragen, Jawa Tengah. Ketika dilakukan pemberhentian diketahui keduanya membawa 78 anjing yang disimpan dalam karung dan diletakkan di bak belakang mobil serta digantungkan dengan palang besi khusus.

Anjing-anjing tersebut dibawa dari Garut, Jawa Barat dan rencananya akan dijual dagingnya ke Surakarta, Jawa Tengah. “Saat ini kami tengah lakukan penyelidikan terhadap pelaku pembawa anjing-anjing tersebut. Apakah terbukti melakukan kejahatan atau tidak,” ujar Jeffry. (inu/bah)

Kulonprogo