RADAR JOGJA-Bulan Ramadan membawa berkah bagi bisnis gadai. Biasanya permintaan pembiayaan dari gadai naik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah ini.

PT Pegadaian (Persero) menyatakan, bisnis gadai perhiasan di Kulonprogo mengalami peningkatan. Pemenuhan kebutuhan untuk hari raya dan membuka peluang usaha disebut menjadi salah satu pemantiknya.

Kepala Pegadaian Cabang Jogoyudan Kulonprogo, Arie Purwoko mengatakan peningkatan angka gadai pada bulan Mei ini mencapai lima persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Atau jika dirata-rata dengan angka rupiah, jumlah peningkatan transaksi gadai mencapai sekitar 50 juta perharinya.

Arie menerangkan, penyebab meningkatnya jumlah transaksi gadai tahun ini banyak didominasi oleh permintaan modal usaha dan kebutuhan hari raya. Kemudian komoditas yang digadai banyak berupa perhiasan.

“Saat ini, perhari jumlah transaksi di pegadaian bisa sampai Rp. 125 juta. Rata-rata sebelum lebaran transaksinya hanya Rp.50-60 juta,” ujarnya Jumat (7/5).

Pengajuan gadai banyak didominasi untuk memenuhi modal usaha daripada kebutuhan hari raya. Kondisi tersebut baik, karena sudah menjadi indikator meningkatnya roda ekonomi masyarakat.

Pada bulan April 2021 ini jumlah total transaksi di Pegadaian Jogoyudan juga mengalami peningkatan cukup signifikan yakni mencapai 161,5 miliar. Sementara di medio 2020 lalu total transaksi hanya Rp. 118 miliar. “Memang ada kenaikan dibandingkan tahun lalu,” terangnya.

Salah satu masyarakat, Siska,32 mengakui jasa pegadaian memang cukup membantu ditengah pandemi saat ini. Ia mengatakan bahwa sebelumnya dia menggadaikan perhiasannya untuk kebutuhan modal usaha.

“Saya kemarin memang mengajukan gadai untuk modal usaha. Dan sekarang mau saya ambil,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo