RADAR JOGJA-  Pemerintah secara serius melarang warganya untuk melakukan mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah kali ini. Berbagai skenario pun disiapkan guna melakukan penyekatan terhadap warga yang tetap memaksa untuk mudik.

Petugas pengawas perbatasan di Kulonprogo bakal memberikan tindakan tegas bagi masyarakat yang melanggar larangan mudik di lebaran tahun ini. Bagi pemudik yang bandel akan diberi sanksi berupa putar balik.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan bahwa larangan mudik akan berlaku mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Selama periode tersebut pihaknya bakal melakukan pengawasan di tiap perbatasan wilayah.

Adapun bentuk pengawasan yang dilakukan, terang Jeffry, yakni dengan memeriksa setiap pemudik yang akan masuk ke Kulonprogo. Termasuk kemungkinan travel gelap yang tidak mengantongi ijin resmi mengangkut penumpang.

Jeffry menyampaikan masyarakat dari luar daerah yang ingin masuk ke Kulonprogo selama larangan mudik harus wajib menyertakan bukti kongkrit. Seperti surat keterangan bebas Covid-19 atau surat tugas dari perusahaan.

“Apabila tidak bisa menunjukkan maka sanksi yang diberikan adalah putar balik. Namun bagi warga yang memiliki kepentingan atau tugas, maka harus memiliki bukti yang kuat,” ujarnya, Selasa (4/ 5).

Dalam skema penjagaan di wilayah perbatasan nanti Jeffry menyatakan petugas akan berjaga selama tiga shift yakni pagi, siang hingga malam. Kemudian untuk jumlah pos pengamanannya akan berada di Pasar Baru Sentolo dan Temon.

Sementara untuk jumlah personil, dia mengatakan bahwa Polres Kulonprogo akan berkerjasama dengan berbagai unsur untuk melakukan penjagaan. Seperti Satpol PP, TNI, Dishub serta Ormas dengan jumlah total sebanyak 295 orang.

“Selain dua pos pengamanan utama, petugas gabungan juga melakukan pengawasan di jalan-jalan tikus guna mengantisipasi pemudik yang melewati jalur tersebut,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo L. Bowo Pristiyanto menyatakan ada sebanyak 35 personil Dishub yang siaga pada lebaran nanti. Beberapa personil akan ikut berjaga di Pospam yang didirikan Polres Kulonprogo.

Sementara sebagian personil lainnya, akan dibagi dalam beberapa tim untuk mengamankan penerangan jalan umum (PJU), lalu lintas dan perlengkapan jalan. Bowo menyatakan bahwa juga ada beberapa titik yang menjadi perhatian Dishub Kulonprogo saat lebaran nanti.

Yakni akses utama pemudik dari arah barat di Temon yang merupakan perbatasan Purworejo-Kulonprogo. Serta di wilayah Kalibawang yang merupakan perbatasan Magelang-Jogjakarta di sisi utara.

“Kami rencananya juga akan melakukan pengawasan di Girimulyo karena merupakan jalur tikus yang sering digunakan pemudik. Kalau pengawasan disana kami akan siapkan regu patroli,” jelasnya. (inu/sky)

Kulonprogo