RADAR JOGJA- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan pemerintah melarang kegiatan takbir keliling pada malam Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.

Pemerintah Kabupaten Kulonprogo memastikan pelaksanaan takbiran keliling akan dilarang dan salat Ied agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 dalam tiap tradisi di bulan Ramadhan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menyampaikan aturan terkait pelarangan takbir keliling dan salat Ied itu merujuk kepada peraturan Kementerian Agama (Kemenag). Tentang upaya mencegah penularan virus dalam kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan.

Untuk kegiatan takbiran hanya diijinkan digelar di masjid masing-masing. Sementara untuk kegiatan takbiran keliling dipastikan tidak boleh dilaksanakan karena berpotensi menyebabkan kerumunan.

Aturan yang sama juga berlaku untuk kegiatan salat Ied berjamaah yang biasa digelar di lapangan dengan jumlah massa yang cukup besar. Wakil Bupati Kulonprogo ini menyatakan, untuk kegiatan salat Ied dihimbau agar digelar di masjid atau rumah masing-masing.

Sementara terkait dengan kegiatan lainnya, seperti pengumpulan dan penyaluran zakat. Dia berharap agar bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Untuk takbiran dilakukan di masjid masing-masing wilayah, tidak boleh ada takbir keliling. Terus solat Ied harus di daerah masing-masing dan tidak boleh dalam satu sentral, contohnya lapangan. Karena bubaran-nya itu bisa terjadi pengumpulan,yang harus dihindari itu kerumunannya bukan solat-nya,” ujarnya, Selasa (4/ 5).

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo Ahmad Fauzi menyampaikan pada pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi umat muslim di bulan ramadhan ini. Seperti salat tarawih dan tadarus Al-quran hanya bisa dilaksanakan pada zona kuning dan hijau. Sementara untuk zona oranye dan merah dihimbau untuk dilakukan di rumah masing-masing.

Kemudian untuk penerapan prokes di tempat ibadah, lanjut Fauzi, takmir masjid atau mushala wajib menunjuk petugas yang memantau penerapan protokol kesehatan. Serta mengumumkan kepada seluruh jamaah agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak aman dan alat ibadah masing-masing.

“Takmir masjid dan mushala juga kami minta untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur. Selain itu juga agar menyediakan sarana cuci tangan di dekat pintu masuk masjid atau mushala,”katanya. (inu/sky)

Kulonprogo