RADAR JOGJA- Tahapan vaksinasi bagi tenaga kependidikan di kabupaten Kulonprogo hingga saat ini baru mencapai 1/ 3 atau 33,33 persen dari total keseluruhan jumlah tenaga kependidikan di wilayah tersebut. Padahal pelaksanaan pembelajaran tatap muka ditargetkan bisa dilaksanakan pada bulan Juli mendatang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan adapun jumlah total tenaga kependidikan yang menjadi sasaran vaksinasi di Kulonprogo terhitung mencapai lebih dari 10.000 orang. Jumlah tersebut terdiri dari unsur guru hingga petugas di sekolah.

Sampai saat ini, dia menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan tahapan vaksinasi kepada 1/ 3 dari total keseluruhan sasaran. Apabila dihitung, sudah ada sekitar 3.400-an tenaga kependidikan di Kulonprogo yang telah menerima vaksin.

“Untuk vaksinasi pada institusi pendidikan, saat ini kami sudah menyelesaikan 1/3 dari sasaran sebanyak sepuluh ribu tenaga pendidikan di Kulonprogo. Atau sekitar 3400 orang,” ujarnya, Minggu (2/ 5).

Baning mengaku target penyelesaian tahapan vaksinasi di Kulonprogo memang cukup berat. Sebab, selain tenaga pendidikan ada sasaran vaksinasi bagi lansia dan tenaga pelayanan publik yang sampai saat ini belum terselesaikan.

Oleh karena itu, lanjutnya, gugus tugas membuat sistem penyuntikan vaksin dengan dibagi pada tiga sasaran sesuai ketersediaan vaksin. Yakni 40-45 persen diberikan untuk lansia, kemudian 40-45 persen diberikan kepada tenaga kependidikan, serta 10-20 persen disasarkan untuk tenaga pelayanan publik yang belum menerima vaksin.

Khusus pada tenaga kependidikan, Baning menyatakan vaksinasi akan menyasar pada tingkat paling bawah terlebih dahulu. Dimulai dari tingkat pra sekolah seperti PAUD dan TK lalu berlanjut hingga ke tingkat SLTA. Pada tenaga kependidikan di jenjang SLTA sebagian sudah menyelesaikan vaksinasi karena telah difasilitasi pemerintah provinsi.

“Untuk kebijakan di Kulonprogo, akan difokuskan kepada lansia dan guru terlebih dahulu. Dimana harapannya apabila tahun ajaran 2021 jadi dilaksanakan tatap muka, tentu semua guru harus sudah tervaksin,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo Arif Prastowo mengatakan sampai saat ini pihaknya tengah bersiap menyambut tatap muka yang direncanakan pada Juli mendatang. Pemantauan kesiapan sarana dan prasarana di tiap sekolah serta simulasi pembelajaran yang aman juga tengah dilakukan.

Pihaknya juga meminta sekolah-sekolah supaya bisa menyiapkan sarana dan prasarana penunjang. Seperti menyediakan thermogun, tempat cuci tangan, hand sanitizer, penggunaan masker dan pengaturan tempat duduk. Sehingga harapannya proses pembelajaran tatap muka nantinya bisa berjalan aman dan lancar.

“Intinya jika sekolah sudah siap dengan prokes-nya, maka diizinkan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah,” jelasnya. (inu/sky)

Kulonprogo