RADAR JOGJA – DPRD Kulonprogo mendorong agar Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) setempat bisa memberikan pendampingan kepada pedagang di objek wisata (obwis). Harapannya, produk yang dijual oleh pedagang kecil bisa semakin diminati wisatawan.

Sekertaris Komisi II DPRD Kulonprogo, Widiyanto mengatakan, sampai saat ini persentase penjualan produk oleh para pedagang di kawasan wisata terbilang masih kecil. Jumlahnya, masih sangat jauh jika dibandingkan dengan produk kemasan pabrik.

Hal itu, menurut dia, tidak lepas dari kurang rapinya penataan oleh pedagang di sejumlah obwis yang ada. Sehingga, justru terkesan kurang menarik dan membuat wisatawan tidak berminat.

Padahal, lanjut Widiyanto, potensi produk-produk UMKM yang dijual di kawasan obwis sangat besar. Namun, pengemasan produk dan pengolahan produknya masih kurang pas. Sehingga, harus dibutuhkan campur tangan atau pendampingan dari pemerintah.

“Untuk itu, kami minta Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo melakukan melakukan pendampingan. Sehingga pedagang di obwis lebih profesional dalam menata dan menjual produk UMKM,” ujar Widyanto, Kamis (29/4).

Politikus Partai Golkar ini juga menyoroti terbatasnya kemampuan sumber daya manusia pada sektor UMKM. Apalagi, banyak pengusaha yang mengalami keterbatasan modal untuk membuat produk unggulan.

Dalam hal pemasaran pun juga kurang maksimal. Mayoritas pelaku UMKM hanya menjual di warung-warung dengan keuntungan yang sedikit. Menurutnya, apabila ada pendampingan mungkin saja para pengusaha bisa berjualan di obwis. Atau menitipkan produknya di gerai kawasan wisata dengan keuntungan yang lebih besar.

“Sehingga kami minta ada anggaran penguatan UMKM di sekitar obwis. Hal ini tidak terlepas dari upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar obwis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Sri Harmintarti mengatakan dalam upaya penguatan pelaku UKM di obyek wisata perlu adanya sinergitas dari berbagai pihak. Dimana sebelumnya, dia bersama beberapa pihak terkait juga telah melakukan dialog dengan pelaku UMKM di destinasi wisata Kalibiru.

“Dari pertemuan tersebut dapat ditarik kesimpulan perlu adanya sinergitas Dinas Koperasi UKM, Dinas Pariwisata dan ICSB (Indonesia Council for Small Business),” Kulonprogo,” katanya. (inu/bah)

Kulonprogo