RADAR JOGJA- Sebanyak 125 tukang becak mendapat santunan sebesar Rp 200.000 dariĀ  instansi di Kulonprogo. Selama masa pandemi ini penghasilan dari para tukang becak memang turun drastis.

Salah satu tukang becak, Suparman mengatakan situasi pandemi Covid-19 diakuinya memang sangat berdampak terhadap penghasilannya sebagai tukang becak. Dalam sehari, warga Giripeni itu mengaku hanya mampu meraih pendapatan sebesar Rp 30.000

Dia pun terpaksa beralih profesi serabutan seperti menjadi kuli dan beternak di rumah untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Kondisi tersebut jauh berbeda sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia.

Suparman menceritakan, sebelum adanya pandemi dia bisa mendapat dua sampai empat penumpang perharinya. Namun sekarang dalam sehari saja bahkan dia bisa sama sekali tidak ada penumpang.

Dengan diberikannya santunan sebesar Rp 200.000 itu, Suparman mengaku senang karena profesi tukang becak kembali diperhatikan. Terlebih menjelang bulan Ramadhan ini akan banyak kebutuhan yang harus dibeli.

” Saya bersyukur di bulan Ramadhan ini kami diperhatikan. Uang ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kami, seperti untuk membeli beras bagi keluarga di rumah” terangnya Kamis (29/4).

Penyerahan bantuan kepada tukang becak tersebut dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kulonprogo. Ketua Baznas Kulonprogo, Abdul Majid mengatakan penyaluran bantuan bagi tukang becak itu rutin dilakukan pihaknya setiap tahun.

Selain menyasar tukang becak, Baznas juga menyasar kalangan masyarakat lain yang membutuhkan bantuan.

Khusus pada bulan ramadhan 1442 H tahun 2021 ini, lanjut Abdul, Baznas Kulonprogo menyalurkan bantuan sebesar Rp 2,3 miliar kepada 18 kelompok penerima. Kemudian untuk penghimpunan zakat periode bulan Januari-Maret 2021 ini telah mencapai Rp 1,87 Miliar.

“Semoga santunan yang diterima bisa dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengaku sangat mendukung kegiatan penyaluran bantuan kepada tukang becak tersebut.

Dia pun bangga karena meski di masa pandemi ini masih banyak organisasi, perusahaan, lembaga, partai, bahkan perorangan yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Mari terus kita tingkatkan rasa kepedulian kita terhadap sesama, terutama di bulan yang penuh berkah ini,” ujarnya. (inu/sky)

Kulonprogo