RADAR JOGJA- Jajaran Satreskrim Polres Kulonprogo kembali melanjutkan rekonstruksi kasus kematian Dessy Sri Diantary (DSD),22 yang tewas di Wisma Sermo pada 23 April 2021 lalu. Dari rekonstruksi tersebut polisi menemukan beberapa fakta baru.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo, AKP Munarso menjelaskan dalam rekonstruksi tersebut pihaknya meragakan sebanyak 42 adegan. Mulai dari Nurma Andika Fauzy (NAF),21 tiba di lokasi kejadian hingga proses pelaku menghabisi korbannya.

Adegan diawali dengan kedatangan NAF bersama korban di Wisma Sermo setelah sebelumnya mereka bertemu di Alun-alun Wates. Keduanya sempat berbincang di depan teras yang berada di depan wisma. Selanjutnya korban dan pelaku berpindah ke pinggir bangunan yang suasananya lebih tertutup.

Setelah berpindah, pelaku kemudian kembali ke depan wisma untuk mencampur minuman bersoda dan tiga setengah butir obat sakit kepala untuk meracuni DSD. Korban kemudian diberikan campuran minuman tersebut dan kembali mengobrol dengan pelaku.

Obrolan keduanya kemudian berlanjut ke permasalahan piutang, dimana sebelumnya DSD sempat berhutang kepada NAF sebesar Rp.450 ribu. Pelaku sempat menagih kepada korban namun justru berujung cek-cok keduanya.

Keduanya kemudian sempat terlibat aksi saling dorong yang membuat kepala korban terbentur di tembok. Dikarenakan sudah terpengaruh efek minuman bersoda yang dicampur obat sakit kepala, korban pun tak berdaya.

Melihat korban sudah tidak berdaya, lanjut Munarso, pelaku kemudian pergi meninggalkan korban dengan membawa barang-barang berharga seperti motor, handphone dan tas. Sepeda motor korban diketahui dijual oleh pelaku di wilayah Magelang, Jawa Tengah.

“Korban diketahui didorong dan kepalanya terbentur tembok lalu jatuh ke lantai, dan itu yang membuat korban tewas karena dari hasil forensik ditemukan ada pendarahan di bagian belakang kepala korban,” ujarnya disela rekonstruksi, Rabu (28/4).

Sebelumnya, pada Selasa (20/4) lalu Polres Kulonprogo juga telah menggelar rekonstruksi sebanyak 11 adegan di Alun-alun Wates dan warung di depan GKJ Wates. Dalam rekonstruksi tersebut diperagakan DSD menjemput pelaku, dan ketika pelaku membeli minuman bersoda serta obat sakit kepala untuk meracuni korban.

Munarso menerangkan, saat ini NAF dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup hingga mati. Hal itu, karena pelaku juga melakukan pembunuhan kepada Takdir Sunariati (TS),21 si Dermaga Wisata Glagah pada 2 April 2021 lalu.

“Untuk reka adegan korban TS akan digelar dalam waktu dekat ini,” terangnya. (inu/sky)

Kulonprogo