RADAR JOGJA- Kalangan legislatif di Kulonprogo meminta adanya evaluasi pada program Bedah Menoreh. Hal itu agar program tersebut bisa bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi perkenomian masyarakat di wilayah utara.

Anggota DPRD Kulonprogo, Wisnu Prasetyo mengatakan gaung program Bedah Menoreh sudah terdengar hampir sepuluh tahun namun dampaknya belum dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, dia berharap agar pemerintah setempat bisa mengevaluasi program tersebut.

Sehingga program tersebut bisa benar-benar ada realisasi dan tidak hanya sekedar pencitraan. Lanjut Wisnu, minimal ada evaluasi di semangat program tersebut yang berupaya membedah kemiskinan, membedah potensi wisata, membedah budaya, membedah potensi lokal, dan membedah infrastruktur.

“Kami minta Pemkab Kulon Progo benar-benar mengevaluasi kembali program Bedah Menoreh, minimal semangat pembangunannya, ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/4).

Adanya evaluasi tersebut juga diharapkan menjadi langkah pemerintah setempat untuk menanggulangi kemiskinan di kawasan Perbukitan Menoreh. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang hidup dalam kondisi tidak layak. Seperti di kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Nanggulan.

“Begitu juga dengan infrastruktur jalan, disana sangat tidak layak, baik jalan kabupaten primer satu dan primer dua, jalan provinsi semuanya belum menenuhi standar,” terangnya.

Selain itu, program Bedah Menoreh pada sektor pariwisata juga dirasa belum maksimal. Destinasi seperti Gua Kiskendo, Soroloyo, Kebun Teh Nglinggo, dan Tritis, serta desa-desa wisata juga belum digarap secara serius.

“Kami berharap obyek wisata di wilayah Perbukitan Menoreh diperhatikan, seperti dibangunkan jalan pendukung dan lainnya,” katanya.

Sementara itu Kepala DPUKP Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan, saat ini tengah dilakukan pembangunan infrastruktur jalur Bedah Menoreh. Yang dimana jalur tersebut akan mempermudah akses wisatawan untuk berkunjung ke Candi Borobudur dari YIA.

Jalur Bedah Menoreh tersebut akan menyentuh desa-desa yang terdapat obyek wisata, antara lain ada Waduk Sermo, Kali Biru, Kedung Pedut, Gua Kiskendo, Sendratari Sugirwo Subali, Kebun Teh Tritis, Suroloyo, hingga Sendangsono.

” Jalan Bedah Menoreh adalah membedah kemiskinan, membedah budaya, hingga membedah pariwisata dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo