RADAR JOGJA- Warga Padukuhan Rt.3/Rw.09, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulonprogo menilai Dinas Kesehatan setempat lamban dalam hal penanganan demam berdarah di wilayah tersebut. Pasalnya warga sudah meminta upaya fogging karena telah ada temuan kasus meninggal, namun tak kunjung ada realisasi.

Perwakilan Warga Durungan, Sudarto mengatakan pihaknya sudah mengajukan permintaan fogging sejak Kamis (22/4) lalu, hal itu menyusul adanya salah satu warga yang meninggal karena demam berdarah. Namun meski sudah mengajukan permintaan kepada instansi terkait, upaya penanganan tak kunjung dilakukan.

Padahal, dengan adanya temuan kasus meninggal tersebut seharusnya sudah menjadi perhatian pemerintah setempat. Terlebih, dia juga sudah melaporkan bahwa ada lima warga lain yang kini tengah dalam perawatan di rumah sakit karena kasus demam berdarah.

Alasan Dinas Kesehatan belum melakukan upaya fogging dikarenakan nilai angka bebas jentik (ABJ) di wilayahnya masih rendah. Padahal dengan adanya kasus kematian kematian, menurutnya hal itu sudah cukup untuk untuk bisa dilakukan penanganan.

“Entah itu karena birokrasi atau apa, tetapi kami menilai Dinas Kesehatan tidak segera melakukan upaya penanganan. Padahal sudah jelas ada kasus meninggal,” ujarnya, Selasa (27/4).

Sudarto menerangkan, temuan kasus demam berdarah di wilayahnya tersebut mayoritas terjangkit kepada anak-anak. Termasuk salah satu warga yang meninggal tersebut.Pihaknya juga tidak hanya berharap pada pemerintah. Warga setempat telah melakukan berbagai upaya pencegahan demam berdarah seperti melakukan kerja bakti untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Namun kami tetap berharap ada perhatian dari pemerintah, paling tidak komunikasi dengan warga tentang langkah tindak lanjut penanganannya bagaimana. Karena demam berdarah ini tidak boleh dianggap sepele dan ancamannya sama dengan pandemi Covid-19″katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Sri Budi Utami menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk penanganan demam berdarah di Padukuhan Durungan.

Yakni dengan melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap masyarakat sekitar penderita serta melakukan pemantauan ABJ. Hasilnya, ditemukan ABJ yang masih rendah yaitu 75 persen dari standar minimal ABJ sebesar 95 persen.

Dikarenakan nilai ABJ belum memenuhi syarat, lanjut Sri, maka disepakati bahwa pada Selasa dan Rabu (27/28) puskesmas dan kalurahan akan berkonsentrasi terhadap pemberantasan sarang nyamuk (PSN) terlebih dahulu. Sebab menurutnya fogging tidak akan efektif jika PSN belum optimal dan ABJ masih rendah.

“Namun sudah disepakati akhirnya fogging akan kami lakukan di hari Kamis (29/4). Dengan harapan PSN jalan baik, AJB meningkat, sehingga fogging bisa lebih optimal,”jelasnya. (inu/sky)

Kulonprogo