RADAR JOGJA- Kasus Covid-19 di Kulonprogo sampai saat ini terus mengalami kenaikan. Adapun  penambahan sebanyak 28 kasus. Tercatat hingga Minggu (25/4) jumlah konfirmasi positif di wilayah tersebut telah mencapai 4.799 kasus.

Bersamaan dengan penambahan tersebut juga ada satu RT di wilayah kapanewon Galur yang masuk zona merah. Yakni di Kalurahan Kranggan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menjelaskan, adapun RT yang masuk di zona merah itu karena ada penularan sebanyak tiga rumah dalam satu RT. Namun demikian dia memastikan bahwa di RT tersebut tidak terjadi klaster penularan.

Adanya kasus penularan di Kalurahan Kranggan itu juga mencatat temuan pertama zona merah di wilayah Kulonprogo.

“Bukan klaster, tetapi dalam satu RT ada lebih tiga rumah yang anggota keluarganya terkonfirmasi positif. Yakni di Kalurahan Kranggan,” terangnya ┬áMinggu (25/4).

Bening menambahkan, selain zona merah, gugus tugas juga mencatat ada sebanyak empat zona oranye dari 12 kapanewon di Kulonprogo. Masing-masing satu zona di kapanewon Wates, Panjatan, Galur dan Pengasih. Sementara RT di kapanewon lainnya mayoritas masih masuk zona kuning dan hijau.

Dengan adanya zona merah dan terus bertambahnya kasus penularan Covid-19 hingga saat ini, Baning menghimbau agar masyarakat tetap patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Yakni dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Terus bertambahnya kasus penularan, ini menunjukkan Covid-19 itu masih ada. Sehingga kami himbau agar masyarakat selalu waspada,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana menuturkan bahwa pihaknya akan lebih mengoptimalkan peran dan ketugasan gugus tugas di tingkat kalurahan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penambahan zona merah di Kulonprogo.

Pengawasan ketat juga akan dilakukan di wilayah dengan zona oranye dan kuning sehingga tidak berubah menjadi zona merah. Pihaknya akan melarang kegiatan yang mengundang masyarakat dengan jumlah banyak seperti hajatan dengan hiburan.

“Hajatan dengan hiburan diperbolehkan digelar di zona hijau. Selain itu akan dilarang,” katanya (inu/sky)

Kulonprogo