RADAR JOGJA- Kartika Yuliastuti,42, Warga Dusun Tejogan, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo melaporkan kasus dugaan pemalsuan surat kuasa jual beli tanah. Ia  mengaku sertifikat tanah miliknya dijual tanpa sepengetahuan dirinya.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan, kronologi kejadian, bermula ketika pelapor meminjam uang sebesar Rp. 100 juta kepada  Aris Zurkhasanah,40, tanggal 20 September 2020 lalu.

Saat itu pelapor menggunakan jaminan sertifikat tanah dengan perjanjian pengembalikan sebesar Rp. 130 juta dalam jangka waktu tiga bulan. Namun dilaporkan kepada petugas Polsek Wates pada Rabu (20/4) sekitar pukul 12.40.

Dalam jangka waktu tersebut pelapor belum bisa membayar. Sehingga meminta perpanjangan pembayaran selama enam bulan dan dibuatkan surat perjanjian dengan  jumlah hutang yang harus dibayar menjadi Rp. 155 juta.

Setelah jatuh tempo, Kartika kemudian datang ke rumah terlapor dengan membawa bukti transfer sebesar Rp. 155 juta yang merupakan uang pembayaran hutang. Namun bukti transfer  tersebut ditolak oleh terlapor dan meminta diberikan dalam uang cash.

“Namun pelapor justru disodori surat kuasa jual beli tanah tanpa sepengetahuan pelapor yang dikeluarkan oleh notaris R.A Candra Dewi Kusumawati. Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polsek Wates,” ujarnya, Kamis (22/4).

Dengan sudah adanya laporan tersebut, jajaran Polsek Wates kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus ini. Sampai saat ini petugas telah mengamankan barang bukti berupa satu bendel akta kuasa jual beli tanah.

Terkait dengan perkembangan penyelidikan kasus inu, hingga kini polisi telah meminta keterangan para saksi. Serta melaksanakan gelar perkara dugaan kasus pemalsuan surat tersebut. “Saat ini kami tengah melakukan pengusutan lebih lanjut,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo