RADAR JOGJA- Polres Kulonprogo menggelar rekonstruksi pembunuhan dua gadis muda Kulonprogo yang dilakukan oleh tersangka Nurma Andika Fauzy,21 (NAF). Pada rekonstruksi tersebut pelaku memerankan sebelas adegan pembunuhan korban Dessy Sri Diantary,22 (DSD di dua tempat.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefrry mengatakan, total ada 28 adegan yang harus diperagakan NAF pada kasus pembunuhan gadis muda tersebut. Untuk hari ini sudah ada sebelas adegan, sementara 17 adegan lainnya ditunda karena kepentingan penyidikan.

Ada beberapa hal yang perlu di tambahkan guna memastikan pembuktian,” ujarnya disela rekonstruksi, Selasa (20/4).

Jeffry menjelaskan, lima adegan diperagakan pelaku di depan Alun-alun Wates ketika pelaku bertemu dengan korban. Pada rekonstruksi tersebut diketahui korban menjemput pelaku dengan kendaraannya. Lalu dibonceng untuk menuju warung.

Pada rekonstruksi di warung yang berlokasi didepan GKJ Wates, pelaku kemudian membeli obat sakit kepala dan minuman bersoda yang digunakan pelaku untuk meracuni korban. Pelaku diketahui juga membeli beberapa camilan sebelum menuju ke Wisma Sermo. Total ada enam adegan yang diperagakan pelaku.

Sementara untuk adegan pembunuhan yang dilakukan pelaku kepada DSD di Wisma Sermo.Pihaknya terpaksa melakukan penundaan karena ada kepentingan penyidikan.

Turut hadir dalam rekonstruksi tersebut, Ayah DSD, Sunarko berharap korban bisa dihukum mati. Karena menurutnya NAF sudah merenggut nyawa putrinya dengan cara yang keji.

“Pokoknya kami dari pihak keluarga berharap nyawa bisa dibalas nyawa. Kami ingin pelaku dihukum mati,” pintanya.

Selain menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan DSD, polisi juga akan menggelar reka adegan untuk kasus pembunuhan perempuan bernama Takdir Sunariati,22 (TS). Kedua korban tersebut dibunuh oleh pelaku yang sama dalam selang waktu yang cukup singkat.

Kasus pembunuhan DSD mencuat setelah mayatnya ditemukan tergeletak di Wisma Sermo pada 23 Maret 2021. Kemudian kasus pembunuhan TS diketahui pada 2 April 2021 lalu ketika mayatnya ditemukan di Dermaga Glagah. Keduanya dibunuh dengan cara dibius dengan campuran obat sakit kepala dan minuman bersoda, kemudian dibunuh dengan dibenturkan kepalannya ke lantai.

Misteri pembunuhan dua gadis tersebut terkuak tak lama setelah pelaku melakukan pembunuhan terhadap TS. Diketahui motif NAF adalah untuk menguasai harta benda kedua korban, seperti handphone dan kendaraan. (inu/sky)

Kulonprogo