RADAR JOGJA- Ratusan siswa di SMKN 2 Pengasih dan SMAN 1 Sentolo Kabupaten Kulon Progo  resmi menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Dari hasil ujicoba tersebut, pada pelaksanaan protokol kesehatan sudah cukup bagus.

Kepala SMKN 2  Pengasih, Sumarno mengatakan, total ada 600 siswa yang mengikuti uji coba pembelajaran secara tatap muka. Dari keseluruhan jumlah siswa tersebut proses kegiatan belajar dibagi dalam dua shift. Yakni shif pertama yang dimulai pukul 07.00 diikuti sebanyak 300 siswa dan shift kedua dimulai pada pukul 12.20 juga diikuti 300 siswa.

Ujicoba tersebut dilakukan untuk melihat proses pembelajaran tatap muka yang aman dan sesuai protokol kesehatan. Dimana dalam pelaksanaannya pihak sekolah menyiapkan berbagai hal, mulai dari alur siswa masuk kelas, pengaturan tempat duduk dan penyediaan sarana prasarana untuk upaya pencegahan virus.

Untuk segala proses dalam uji coba tersebut, Sumarno mengaku telah bekerjasama dengan gugus tugas dan berupaya semaksimal mungkin agar penerapan kegiatan belajar bisa berjalan aman. Terlebih SMKN 2 Pengasih juga ditunjuk sebagai salah satu sekolah percontohan untuk menggelar pembelajaran tatap muka.

“Kami lakukan upaya semaksimal mungkin. Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berjalan dipastikan aman bagi siswa maupun tenaga pendidiknya,” ujarnya, Senin (19/4).

Selama digelarnya uji coba, baik guru maupun siswa belum menemui kendala serius. Hanya saja, ada sebagian siswa yang bingung mencari ruang kelasnya. Karena sebelumnya hanya menjalani sistem pembelajaran secara daring.

Sumarno menambahkan, proses kegiatan belajar mengajar memang sangat penting bagi siswa kejuruan. Sebab mayoritas materi pelajaran merupakan kegiatan praktek dan kurang efektif apabila dilakukan secara online. Terlebih bagi siswa yang mengambil jurusan TKJ dan Desain Grafis.

“Uji coba PTM di sekolah ini akan kami gelar hingga akhir semester apabila tidak terjadi penyebaran Covid-19. Maka saya berharap kepada semua pihak untuk membantu setiap prosesnya agar tidak terjadi kendala,” ujarnya.

Salah satu siswa kelas X Jurusan TKJ SMKN 2 Pengasih, Aziz Mustofa mengaku sangat senang bisa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka. Terlebih sebelumnya dia juga sudah cukup lama dan mulai jenuh mengikuti pembelajaran secara online.

“Kalau dibandingkan keduanya, pembelajaran tatap muka jelas lebih enak dibandingkan secara daring,” katanya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Sentolo, Didik Asmiarto menyampaikan untuk pelaksanaan PTM di sekolahnya hanya dihadiri 18 persen dari total keseluruhan siswa pada satu kelas. Dimana jumlah tersebut ditentukan dari kapasitas kelas untuk menciptakan kegiatan belajar yang aman.

Dari 176 siswa di kelas X hanya ada 50 siswa yang hadir di sekolah untuk mengikuti pembelajaran. Dimana satu kelas yang berkapasitas 36 siswa hanya diisi setengahnya atau sebanyak 18 siswa.

Kemudian untuk siswa XI akan dijadwalkan mengikuti PTM pekan depan  Sementara bagi siswa kelas XII tidak dilakukan penjadwalan karena tinggal menunggu pengumuman kelulusan.

“Setiap pelaksanaan tetap muk akan diikuti sebanyak 18 persen dari jumlah total siswa,”katanya. (inu/sky)

Kulonprogo