RADAR JOGJA – Dua Pesantren di Kulonprogo Jadi Klaster Penularan yakni Pondok Pesantren (ponpes)Darul Qarim, Bumirejo, Lendah dan Pondok Pesantren Nurul Quran, Hargorejo, Kokap yang menyebabkan puluhan satri terkonfrimasi Covid-19. ┬áDari kasus tersebut tercatat ada sebanyak 46 orang terkonfirmasi positif dan puluhan lainnya tengah menunggu hasil tes.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan, Untuk rinciannya, lanjut Baning, di ponpes Darul Qarim ditemukan sebanyak 33 orang positif dari 48 orang total anggota pesantren yang terdiri dari pengasuh dan santri. Enam belas orang dinyatakan positif dari hasil swab PCR dan 17 lainnya dari rapid test antigen.

Kasus tersebut berawal dari salah satu santri yang mengalami gejala anosmia setelah mendapat kunjungan orang tua pada awal April lalu. Usai dilakukan test ternyata satu santri tersebut dinyatakan positif Covid-19.

“Selanjutnya test antigen dan PCR dilakukan kepada pengasuh dan santri. Hasilnya banyak yang positif,” ujarnya, Senin (19/4).

Bening menambahkan, untuk kasus penularan di ponpes Nurul Quran, berasal dari virus yang dibawa oleh orang tua santri saat melakukan kunjungan. Dimana pada minggu ketiga dan keempat ada kegiatan kunjungan di ponpes tersebut.

Total ada sebanyak 65 santri di ponpes tersebut yang mengalami gejala. Pihaknya kemudian melakukan tes swab PCR kepada lima orang penghuni ponpes hasilnya tiga orang terkonfirmasi positif.

Serta tiga belas orang dilakukan rapid tes antigen dan ditemukan delapan orang positif. Hingga kini gugus tugas masih terus melakukan tes untuk melihat potensi meluasnya penularan.

“Pada hari Senin dan Selasa kami masih akan terus lakukan pemantauan untuk kemungkinan penambahan kasus penularan lainnya,” ujarnya.

Sementara terkait dengan total kasus Covid-19 di Kulonprogo, dia menyampaikan bahwa saat ini gugus tugas sudah mencatat sebanyak 4.535 kasus. Tiga puluh tujuh kasus diantaranya isolasi di rumah sakit, kemudian 1.095 kasus isolasi mandiri, 2.787 kasus selesai isolasi, 528 kasus sembuh dan 88 kasus meninggal.

Dengan terus bertambahnya kasus Covid-19 ini, Baning menghimbau agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan. Sebab potensi penularan bisa terjadi di manapun dan kapanpun.

“Untuk kasus penularan di Kulonprogo sendiri didominasi oleh klaster keluarga dan kelompok masyarakat.Untuk itu kami himbau masyarakat tetap patuh terhadap prokes karena covid-19 masih ada sampai saat ini,” himbaunya. (inu/sky)

Kulonprogo