RADAR JOGJA- Balai Besar POM (BBPOM)  Jogjakarta menggelar intensifikasi pengawasan pangan di awal bulan ramadan pada Jumat (16/4) lalu. Sasarannya, adalah penjual makanan takjil di alun-alun Wates.

Hasilnya, dari 22 sampel jajanan yang di tes satu sampel yang dijual pedagang diketahui mengandung zat berbahaya Rhodamin B.

Koordinator Substansi BPOM Jogjakarta, Aris Hidayat mengatakan, adapun temuan jajanan yang mengandung zat berbahaya tersebut yakni pada jenis kerupuk slondok. Makanan yang dijual oleh salah satu pedagang di Alun-alun Wates tersebut diketahui mengandung zat pewarna berbahaya Rhodamin B.

Rhodamin B merupakan salah satu zat pewarna yang dilarang penggunaannya untuk makanan. Sebab zat tersebut merupakan jenis pewarna tekstil dan kosmetik yang berbahaya apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

“Kami lakukan pengecekan kepada 22 sampel dan satu  sampel jajanan mengandung pewarna yang dilarang yaitu Rhodamin B,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (17/4).

Sementara terkait dengan sampel lainnya, Aris memastikan tidak mengandung zat-zat berbahaya yang biasa menjadi bahan campuran makanan. Seperti Borax, formalin atau jenis pewarna berbahaya lainnya.

Namum demikian, dia tetap menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan selektif untuk memilih hidangan untuk berbuka.

Jangan mudah tergiur kepada hidangan yang memiliki warna mencolok serta harga lebih murah dari harga pasaran.  “Sebab dikhawatirkan jajanan tersebut bisa mengandung zat berbahaya,” katanya.

Terkait dengan temuan tersebut, Aris menyatakan pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap pedagang yang menjual makanan mengandung zat berbahaya tersebut. Serta meminta agar jajanan itu tidak dijual kembali.

Untuk diketahui, pengawasan hidangan takjil ini rutin dilakukan BPOM Jogjakarta dan digelar serentak di seluruh wilayah DIJ. Adapun target operasi menyasar lokasi-lokasi yang sering menjajakkan hidangan berbuka puasa bagi masyarakat ketika bulan Ramadhan

“Apabila ada temuan maka pedagangnya akan kami lakukan pembinaan. Namun apabila temuannya berulangkali tentu kami tindaklanjuti,” jelasnya. (inu/sky)

Kulonprogo