RADAR JOGJA- Gelombang tinggi yang melanda pesisir selatan Kulonprogo mengakibatkan sebagian besar nelayan di Pantai Glagah Kulonprogo memilih tak melaut.Mereka merugi karena tak mendapat hasil tangkapan.

Salah satu nelayan Yulianto,50, asal Temon mengatakan, dia dan beberapa nelayan lainnya di Pantai Glagah hampir tak melaut selama dua pekan. Sebab sudah selama itu gelombang di wilayah pantai tersebut tak kunjung normal kembali.

Kondisi gelombang tinggi memang sangat berdampak pada penghasilannya sebagai nelayan. Karena apabila kondisisedang normal setidaknya dia bisa mendapatkan uang 1 hingga 1,5 juta rupiah dari hasil tangkapan ikan.

“Kini kami hanya bisa pasrah saja, karena kalau dipaksakan khawatirnya malah nyawa kami yang terancam,” ujarnya, Kamis (15/4).

Karena kondisi tersebut, dia kini pun beralih berdagang dan bertani supaya bisa tetap mendapat penghasilan. Kemudian akan kembali melaut apabila kondisi gelombang sudah normal kembali.

Menurutnya, di bulan April seperti saat ini merupakan musim yang bagus untuk mencari ikan jenis bawal. Selain karena peminatnya cukup banyak jenis ikan tersebut juga merupakan komoditas ekspor.

“Kami akan melaut ketika gelombang sudah normal. Karena saat ini sedang musim ikan bawal,” katanya.

Sementara Anggota Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo, Sutiman menyampaikan gelombang tinggi dimungkinkan bisa terjadi hingga tanggal 19 April 2021 mendatang. Kemudian tinggi gelombang berpotensi bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Selama gelombang tinggi ini, Sutiman menyatakan bahwa pihaknya mensiagakan sebanyak 10 personil yang berjaga di sekitar pantai. Namun apabila hari libur personil ditambah menjadi 43 orang.

“Kami siagakan personil untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Kami juga himbau kepada pengunjung untuk selalu berhati-hati,” terangnya. (inu/sky)

Kulonprogo