RADAR JOGJA-  Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan selama bulan ramadhan ini pihaknya bakal mengawasi berjalannya ibadah serta tradisi yang digelar masyarakat setiap memasuki bulan Ramadhan. Adapun kegiatan yang dilakukan yakni dengan melakukan safari masjid untuk mengawasi penerapan protokol di tempat ibadah.

Hal itu dilakukan agar kasus penularan virus tidak meningkat selama perayaan bagi umat muslim ini. Sebagaimana diketahui, untuk pelaksanaan ibadah di tengah pandemi Covid-19 ini untuk salat tarawih jamaah hanya dibatasi lima puluh persen dari kapasitas masjid. Dimana peraturan tersebut juga berlaku untuk pelaksanaan salat wajib.

Fajar mengakui, pengawasan terhadap protokol kesehatan selama ramadhan ini cukup sulit karena salat tarawih digelar malam hari. Serta banyak masjid di Kulonprogo yang juga berada di wilayah terpencil.

Namun demikian gugus tugas telah berkoordinasi dengan pengelola masjid supaya penerapan prokes bisa benar-benar ditegakkan. Sehingga harapannya tidak ada penambahan kasus penularan Covid-19 selama bulan ramadhan ini.

“Salat tarawih ini dilaksanakan malam hari dan sebagian masjid berada di wilayah pelosok, itu yang nenjadi kesulitan kami dalam pengawasan. Untuk itu kami memang harus muter ke masjid-masjid,” ujarnya Rabu (14/4).

Fajar menambahkan, selain mengawasi pelaksanaan ibadah salat tarawih, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap tradisi pasar ramadhan dan buka bersama yang biasa digelar masyarakat.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan penyelenggara pasar ramadhan dan pengelola restoran supaya bisa menggelar tradisi tersebut sesuai protokol kesehatan.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP supaya bisa melakukan pengawasan secara langsung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulonprogo Ahmad Fauzi menyampaikan pada pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi umat muslim di bulan ramadhan ini.

Seperti salat tarawih dan tadarus Al-quran hanya bisa dilaksanakan pada zona kuning dan hijau. Sementara untuk zona oranye dan merah dihimbau untuk dilakukan di rumah masing-masing.

Kemudian untuk penerapan prokes di tempat ibadah, lanjut Fauzi, takmir masjid atau mushala wajib menunjuk petugas yang memantau penerapan protokol kesehatan. Serta mengumumkan kepada seluruh jamaah agar selalu menggunakan masker, menjaga jarak aman dan alat ibadah masing-masing.

“Takmir masjid dan mushala juga kami minta untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara teratur. Selain itu juga agar menyediakan sarana cuci tangan di dekat pintu masuk masjid atau mushala,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo