RADAR JOGJA- Memasuki bulan Ramadan seperti saat ini, harga beberapa bahan pokok di Kulonprogo mulai mengalami perubahan. Adapun yang cukup signifikan diantaranya komoditas daging sapi dan cabai rawit merah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kulonprogo, Iffah Muffidati mengatakan,  dari hasil pantauannya di enam pasar tradisional. Untuk komoditas daging sapi yang mengalami kenaikan adalah pada daging kwalitas dua (KW 2) atau yang ditujukan untuk masakan rendang.

Dimana saat ini, lanjutnya, harga komoditas itu sudah menyentuh pada kisaran Rp. 119.167 per kilogram. Harga tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp.3.333 dari pekan lalu yang diketahui masir pada kisaran harga Rp. 115.833.

Sementara untuk daging sapi kwalitas satu (KW 1), Iffah menyatakan harganya terpantau stabil sejak pekan lalu. Yakni pada kisaran Rp.130.000 perkilogram.

“Untuk daging sapi yang mengalami kenaikan hanya pada KW2. Untuk komoditas lain seperti telur, beras dan gula masih terpantau stabil,” ujarnya, Rabu (14/4).

Iffah menambahkan, komoditas cabai di Kulonprogo justru mengalami penurunan. Iffah menerangkan, untuk cabai rawit merah kini berada di kisaran harga Rp.62.500/ kilogram. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp. 3.333 dari pekan lalu yang diketahui berada di kisaran Rp. 65.833.

Kemudian untuk cabai hijau justru mengalami kenaikan sebesar Rp.2500 perkilogram. Saat ini harga salah satu penyedap bumbu masakan itu berada di kisaran Rp. 50.000, naik dari pekan lalu di kisaran Rp. 47.500/ kilogram.

“Untuk komoditas bawang merah juga mengalami perubahan, saat ini harganya berada di kisaran Rp. 32.833 naik dari pekan lalu yang Rp. 30.667 per kilogram,” katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Wates Tyas Widiastuti menyampaikan, beberapa pekan lalu komoditas cabai rawit sempat menyentuh harga cukup tinggi. Bahkan pernah berada di kisaran Rp.95 ribu perkilogram.

Namun kini cabai rawit mulai berangsur turun dan harganya sudah menyentuh normal. Tyas mengatakan, meroketnya harga cabai rawit pada saat itu karena kelangkaan stok di pasaran.

“Pengaruh musim hujan menjadi penyebab utama menipisnya stok cabai rawit pada saat itu,”ujarnya. (inu/sky)

Kulonprogo