RADAR JOGJA- Pelaku pembunuhan dua gadis di Kulonprogo bernama Nurma Andika Fauzy (NAF) terancam hukuman seumur hidup. Itu, setelah dia dinyatakan bersalah karena telah melakukan pembunuhan terhadap para korbannya secara terencana.

Kasubaghumas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menuturkan, pelaku diancam hukuman seumur hidup setelah pihak kepolisian melakukan pengembangan penyelidikan. Dimana hasilnya didapat bahwa NAF telah melakukan pembunuhan dengan direncanakan.

Sebelumnya NAF hanya diancam hukuman lima belas tahun penjara. Karena terbukti melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan.

“Dari hasil penyelidikan kami temukan unsur pembunuhan berencana. Sehingga pelaku kami jerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup,” ujarnya, Selasa (13/4).

NAF terbukti bersalah karena telah melakukan pembunuhan terhadap dua gadis muda di Kulonprogo. Yakni Dessy Sri Diantary,22 yang mayatnya ditemukan di Wisma Sermo pada 23 Maret 2021 lalu. Serta Takdir Sunariati yang tewas dibunuh pada 2 April 2021 lalu di Dermaga Glagah.

Jeffry menerangkan, pelaku membunuh kedua korban dengan cara yang sama. Yakni dengan dicekoki racun yang dibuat dari campuran obat sakit kepala dan minuman bersoda. Setelah tak berdaya bagian belakang kepala korban kemudian dibenturkan ke lantai hingga tewas.

Adapun dasar pelaku melakukan pembunuhan kepada dua gadis malang tersebut karena motif ekonomi.  Sebab, harta benda kedua korban berupa motor dan handphone raib dibawa pelaku usai keduanya tewas. Diketahui pelaku juga menjual barang hasil kejahatannya tersebut.

“Pelaku diketahui telah menyiapkan rencana pembunuhan secara matang. Terutama terkait oplosan minuman bersoda dan obat sakit kepala yang membuat korbannya tak berdaya,” katanya.

Jeffry menyampaikan, pelaku mengaku mengetahui dari internet terkait cara pembunuhan kedua korbannya. NAF menggali informasi tentang dosis campuran minuman bersoda dan obat sakit kepala yang dapat melumpuhkan.

Serta mempelajari tentang bagian tubuh manusia yang bisa berakibat fatal apabila terjadi benturan. Maka dari itu NAF membenturkan bagian belakang kepala kedua korbannya ke lantai hingga tewas.

“Dia (pelaku) sudah tau itu bagian vital setelah mencari informasi di internet,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan kondisi NAF saat ini,  Jeffry menyatakan warga Pengasih, Kulonprogo itu ditempatkan di sel khusus dan dalam kondisi sehat. Namun pelaku diketahui cenderung diam dan tidak banyak bicara serta beraktivitas. (inu/sky)

Kulonprogo