RADAR JOGJA– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap melakukan pembelajaran tatap muka. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mempersiapkan dengan matang berbagai kebutuhan untuk pembelajaran tatap muka.

Antisipasi penyebaran COVID-19 pun dilaksanakan secara maksimal dengan vaksinasi dan juga rapid test.

Ratusan guru menjalani screening Covid-19 dengan rapid test antibodi mulai Rabu (7/4) hingga Sabtu (10/4). Apabila ada yang terindikasi reaktif maka guru yang ikut dalam screening tersebut akan dilanjutkan dengan tes PCR.

Kegiatan screening ini menyasar tenaga kependidikan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Dinas Kesehatan Kulonprogo bekerjasama dengan Asosiasi Klinik Indonesia (Akli) Cabang Kulonprogo.

Ketua Akli Cabang Kulonprogo, Salamah Sri Nurhayati mengatakan, pada kegiatan tersebut pihaknya menyasar sebanyak 150 guru. Screening dilakukan sebagai upaya pemetaan sekolah yang memiliki resiko penularan.

Kegiatan screening yang dilakukan hingga besok  itu merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap upaya pencegahan Covid-19 di Kulonprogo. Serta merupakan persiapan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang rencananya mulai kembali digelar pada Juli mendatang.

“Jika hasil tesnya reaktif mereka wajib mengikuti tes swab di puskesmas. Ini untuk upaya pemetaan sekolah yang beresiko dan yang tidak,” ujarnya, Jumat (9/4).

Sementara Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan pihaknya kini mulai melaksanakan berbagai simulasi kegiatan belajar mengajar yang aman dari penularan virus. Sebab, ada kemungkinan bahwa pemerintah pusat akan menggelar sekolah tatap muka pada Juli.

Saat ini, pihaknya juga masih meunggu alokasi vaksin Covid-19 bagi tenaga guru. Harapannya, tahapan vaksin bagi tenaga pendidik itu bisa selesai sebelum kegiatan belajar mengajar tatap muka digelar.

“Semoga akhir April vaksin guru bisa selesai. Sehingga pada Juli semua sekolah di Kulonprogo bisa menggelar sekolah tatap muka,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo