RADAR JOGJA- Kasus pembunuhan berantai dua gadis di Kulonprogo kini menemui babak baru. Setelah sebelumnya tersangka pembunuhan bernama Nurma Andika Fauzy,21 (NAF) berhasil ditangkap jajaran Polres Kulonprogo. Kini sepeda motor korban Dessy Sri Diantary,22 (DSD) berhasil ditemukan.

Kasubaghumas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menjelaskan,” Sepeda motor milik korban DSD berhasil ditemukan di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Sepeda motor berjenis Vario 125 dengan nomor polisi AB 5274 AP itu ditemukan pada Rabu (7/4) dari tangan pembeli motor curian asal Borobudur Magelang bernama Sukri, 58, “katanya, Kamis (8/4).

Jeffry menambahkan, penemuan sepeda motor milik korban yang dibunuh di Wisma Sermo pada 23 Maret 2021 lalu itu bermula dari penyelidikan tim Buru Sergap. Dimana petugas mendapat informasi bahwa sepeda motor korban sudah dijual oleh pelaku kepada penadah bernama Zaenal Amroni,48, di wilayah Magelang, Jawa Tengah.

Oleh penadah kemudian motor korban dijual kepada warga Borobudur Magelang bernama Sukri seharga Rp.5 juta. Sebelum dijual, diketahui motor DSD sudah dirubah nomor polisinya menjadi AA 3269 IG oleh penadah.

“Dari tangan penadah dan pembeli diamankan barang bukti kendaraan, berserta nomor plat dan STNK yang telah diganti AA 3269 IG,” tambahnya.

Untuk barang bukti maupun penadah dan pembeli motor saat ini sudah diamankan pihak kepolisian. Jeffry menyatakan pihaknya kini juga tengahgah melakukan penyelidikan lanjut terkait terhadap kasus tersebut.

Sebelumnya, Jeffry menyampaikan bahwa NAF terbukti melakukan pembunuhan kepada DSD di Wisma Sermo pada 23 Maret 2021. Tak berselang lama pelaku kembali melakukan pembunuhan kepada Takdir Sunariati,21 di Dermaga Wisata Glagah.

Diketahui pelaku melumpuhkan kedua korban dengan menggunakan racun yang dibuat dari campuran minuman bersoda dan obat sakit kepala. Setelah tak berdaya kemudian korban dibunuh dengan cara dibenturkan kepalanya ke lantai hingga tewas.

“Adapun motif kejahatan NAF yakni ingin mengambil barang berharga milik para korban. Seperti motor, handphone dan dompet,”ujarnya. (inu/sky)

Kulonprogo