RADAR JOGJA- Pendataan Keluarga 2021 oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mulai dilakukan serentak secara nasional April ini. Dalam program tersebut pengambilan data keluarga dari masyarakat akan dilakukan secara mikro.

Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan, data mikro sangat penting untuk pengumpulan data kondisi keluarga. Sebab akan diketahui secara langsung potret keadaan keluarga. Mulai dariĀ  kondisi rumah, santitasi hingga makanan apa yang dikonsumsi.

Data mikro nantinya pemerintah juga akan lebih mudah dalam hal pemberian bantuan kepada masyarakat yang tepat sasaran. Sebab akan diketahui detail tentang bagaimana kondisi sebenarnya penerima bantuan.

“Melalui pendataan mikro pemerintah menjadi tahu kondisi setiap keluarga di Indonesia. Sehingga mempermudah perencanaan pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga,” ujarnya usai melakukan pendataan keluarga di Kulonprogo, Sabtu (3/ 4).

Hasto menambahkam, dalam proses pendataan keluarga tahun ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan tiap kepala daerah supaya bisa dilakukan secara online. Selain agar pengiriman data lebih cepat, upaya tersebut dilakukan juga untuk mencegah penularan Covid-19.

Namun apabila pendataan terpaksa dilakukan secara tatap muka, seperti pengisian formulir dan sebagaimya. Dia memastikan para kader yang datang ke rumah warga akan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Hasto mengakui, memang ada sebagian wilayah di Indonesia yang belum bisa dilakukan pendataan keluarga secara online. Yakni daerah-daerah terpencil yang dimana para petugas pendataan kesulitan mengupload data.

“Prinsipnya pendataan keluarga 2021 sangat menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19 ini,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (PMD Dalduk) Kulonprogo Sudarmanto mengatakan, sasaran pendataan keluarga di tahun ini adalah sebanyak 135.968 keluarga. Kemudian kader yang ditugaskan ada sebanyak 1.035 orang.

“Kami optimis pendataan keluarga di tahun ini bisa selesai dalam dua bulan,” katanya. (inu/sky)

Kulonprogo