RADAR JOGJA – Sebanyak dua Puskesmas di Kulonprogo terpaksa ditutup karena menjadi lokasi penularan Covid-19. Adapun puskesmas yang dilakukan penutupan yakni Puskesmas Lendah 1 dan Puskesmas Sentolo 2.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan bahwa untuk Puskesmas 1 Lendah mulai dari (30/3) hingga (2/4). Sementara Puskesmas Sentolo 2 ditutup mulai Rabu (31/3) hingga (3/4).

Adapun dasar penutupan tersebut, jelas Baning, karena kedua puskesmas tersebut menjadi lokasi penularan dengan total 26 kasus. Rinciannya, 21 kasus merupakan pegawai Puskesmas Sentolo 2 dan 5 orang dari Puskesmas Sentolo 2. Kemudian ada 16 orang lagi yang tengah menunggu hasil swab test.

Sementara terkait dengan awal kasus penularan, dia menjelaskan bermula dari salah satu tenaga kesehatan di masing-masing puskesmas membawa virus Covid-19. Pada Puskesmas Lendah 1 berawal dari sumber penularan di keluarga, kemudian kasus Sentolo 2 karena tidak terdeteksi terjangkit virus. Sehingga menularkan kepada rekan-rekan kerjanya.

“Mayoritas dari mereka yang tertular berprofesi sebagai dokter, perawat, bidan. Serta sebagian lagi tenaga inti pelayanan umum, kesehatan ibu dan anak serta tenaga administrasi,” ungkap Baning, kemarin (1/4).

Karena penutupan tersebut, Baning menyatakan untuk pelayanan di dua puskesmas tersebut kini dialihkan ke Puskesmas 2 Lendah dan Puskesmas 1 Sentolo. Beberapa jadwal vaksinasi yang dilakukan di dua puskesmas yang ditutup itu kini juga ditunda.

Pihaknya kini juga telah memasang pemberitahuan terkait dengan tersebut. Untuk semua gedung puskesmas kini juga telah dilakukan desinfeksi. “Sementara pelayanan di dua puskemas ini kami lakukan penutupan sampai situasinya membaik,” katanya.

Wakil Bupati Kulonprogo, Fajar Gegana mengimbau agar masyarakat tertib dalam penerapan protokol kesehatan dimanapun berada. Sebab tidak menutup kemungkinan kasus penularan bisa terjadi ketika berada di dalam rumah. “Kami berharap agar masyarakat patuh terhadap penerapan protokol kesehatan untuk mencegah kasus semakin banyak,” himbaunya. (inu/bah)

Kulonprogo