RADAR JOGJA – Kegiatan belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19 bagi siswa direncakan mulai pada Juli 2021. Sebelum kegiatan tersebut terlaksana, tenaga pengajar harus melakukan vaksinasi terlebih dahulu. Namun, di Kulonprogo ketersediaan vaksin ternyata belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo, Sri Budi Utami mengatakan untuk melakukan vaksinasi kepada tenaga pengajar di Kulonprogo, pihaknya terkendala ketersediaan jumlah vaksin. Dimana stok 10.000 vaksin di kabupaten tersebut sudah habis disasarkan kepada tenaga kesehatan, pelayan publik, lansia dan pemuka agama.

Selanjutnya, tahapan vaksinasi untuk tenaga pengajar baru akan dilakukan setelah penyuntikan vaksin bagi pelayan publik tersebut selesai. Diharapkan vaksinasi bagi guru dan tenaga pengajar bisa selesai sebelum pelaksanaan belajar tatap muka nantinya.

“Untuk vaksinasi bagi guru kami hanya terkendala vaksin yang tersedia. Semoga bisa selesai sebelum pembelajaran tatap muka digelar pada Juli 2021 mendatang,” katanya Selasa (30/3).

Sri menjelaskan, adapun jumlah tenaga pengajar atau guru yang menjadi sasaran vaksinasi kini sudah terdata 6.000 orang. Untuk sistem penyuntikan vaksin nantinya, Dinkes Kulonprogo akan memprioritaskan kepada pengajar di jenjang paling bawah terlebih dahulu. ”Seperti guru PAUD dan TK baru kemudian berlanjut ke jenjang di atasnya,” terangnya.

Alasan jenjang kanak-kanak menjadi prioritas, lanjut Sri, karena pada jenjang tersebut para siswa belum dapat menerapkan pembelajaran secara daring. Sementara jenjang diatasnya dikatakan sudah bisa menyesuaikan proses belajar tanpa tatap muka.

“Namun sekali lagi, untuk pelaksanaan vaksinasi bagi guru kami tetap bergantung kepada vaksin yang tersedia dan jumlah dropping yang masuk ke Kulonprogo,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo, Arif Prastowo menyatakan, pihaknya kini tengah bersiap menyambut pembelajaran tatap muka. Supaya kegiatan belajar mengajar nantinya bisa aman dan berjalan lancar.

Pihaknya juga telah meminta sekolah-sekolah supaya bisa menyiapkan sarana dan prasarana penunjang. Seperti menyediakan thermogun, tempat cuci tangan, handsanitizer, penggunaan masker dan pengaturan tempat duduk.
“Intinya jika sekolah sudah siap dengan prokes-nya, maka diizinkan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah,” ungkap Arif. (inu/bah)

Kulonprogo