RADAR JOGJA – Kabar baik bagi masyarakat yang sering bepergian menggunakan transportasi udara. Pasalnya, Yogyakarta Internasional Airport (YIA) sudah menggelar simulasi tes Covid-19 menggunakan Genose. Dengan alat ini, menjadi lebih hemat waktu dan biaya.

Direktur Operasional PT Angkasa Pura (AP) I Wendo Asrul Rose mengatakan, simulasi di YIA untuk melihat situasi ketika GeNose diaplikasikan kepada penumpang pesawat nantinya. Dalam simulasi ini pihak bandara melibatkan puluhan pegawai YIA.

Wendo menyampaikan, dari hasil simulasi tes dengan meniup kantong plastik itu memang lebih cepat dan efektif jika dibandingkan menggunakan rapid test antigen. Dari segi harga pun, juga lebih murah.

“Kegiatan simulasi ini adalah yang pertama di YIA dan belum menyasar kepada pengguna bandara. Dari simulasi itu, setiap satu orang hanya menghabiskan waktu 12 menit. Lebih cepat daripada rapid tes antigen yang biasanya sampai setengah jam,” ujar Wendo di sela pemantauan simulasi.

Sementara pemberlakuannya bagi masyarakat umum, ia belum dapat memastikan karena belum ada keputusan resmi dari Gugus Tugas Nasional. Namun rencananya tes GeNose dapat segera berlaku sebagai syarat perjalanan untuk transportasi udara.

Wendo menyatakan, ada lima bandara di bawah naungan Angkasa Pura I yang akan melangsungkan simulasi tes GeNose. Yang pertama YIA dan pekan depan digelar simulasi di Juanda Internasional Airport.

“Untuk trial-nya (simulasi) di tiap bandara kami siapkan tiga unit. Dan untuk kebutuhan di Angkasa Pura akan dipenuhi secara bertahap,” tambah Wendo.
Kasubdit Standarisasi Keselamatan Bandara Kementerian Perhubungan Dwi Afrianto berharap, pada 1 April 2021 nanti hasil tes GeNose bisa resmi dijadikan salah satu syarat perjalanan udara secara nasional. Pihaknya juga akan mencoba mengintegrasikan alat besutan UGM itu dengan teknologi di bandara agar pelayanan tes bisa lebih cepat.

“Kami harap 1 April sudah ada legal standing. Dari simulasi ini, secara operasional tes GeNose bisa sesuai target dan dengan penambahan IT, ke depannya semoga tes bagi penumpang bisa lebih cepat,” ujar Dwi.
Salah seorang peserta simulasi, Elsa Clarissa mengatakan, tes menggunakan GeNose memang lebih efisien dibandingkan tes Covid-19 lainnya. Karena dengan alat ini waktu tesnya lebih cepat, sehingga sangat membantu bagi calon penumpang pesawat.

“Dengan GeNose memang lebih efisien dibanding dengan antigen. Selain cepat, GeNose juga tidak sakit seperti haknya rapid antigen,” ujarnya. (inu/laz)

Kulonprogo