RADAR JOGJA – Pusat Inovasi Agroteknologi Universitas Gadjah Mada (UGM) siap membantu pengelolaan sampah pesisir Kulonprogo. Hal itu diungkapkan saat melalukan audiensi bersama Pemkab Kulonprgo. Dalam audiensi tersebut dibahas permasalahan pengelolaan lingkungan hidup di muara Sungai Bogowonto dan di muara Sungai Progo.

Sekretaris Tim Pusat Inovasi Agroteknologi UGM, Chandra Wahyu Purnomo menyampaikan timnya merupakan akademisi yang selalu konsen terhadap masalah lingkungan. Salah satunya, permasalahan sampah yang ada di sepanjang pesisir pantai sekitar muara Sungai Progo.

Chandra menyebut, wilayah disana sangat memprihatikan karena dipenuhi tumpukan sampah yang dibuang ke sungai. Kondisi tersebut, diperparah dengan bau busuk yang dihasilkan. Hal itu mendorong pihaknya mengajukan proposal internasional di Jepang terkait dengan solusi sampah yang ada di Kabupaten Kulonprogo.

Chandra menjelaskan, pihaknya akan mempelajari teknologi Jepang berupa mesin yang dapat mengambil sampah di sekitar pantai yang kemudian akan dicacah. Oleh karena itu, untuk menyukseskan proposal internasional tersebut dia memohon dukungan dari pemerintah setempat.

“Dengan bantuan dan dukungan dari Pemkab Kulonprogo, maka proposal ini akan sangat kuat untuk disetujui dan selanjutnya akan mendapatkan teknologi dari Jepang yang kemudian akan kami aplikasikan di Kabupaten Kulonprogo,” jelasnya disela audinesi, Senin (15/3).

Sementara, Bupati Kulonprogo, Sutedjo menyepakati konsep-konsep yang telah disampaikan oleh UGM. Dia pun menyatakan siap mendukung pengajuan proposal internasional tersebut.

Namun demikian, Sutedjo berharap solusi permasalahan sampah tersebut dapat dikembangkan lebih baik lagi. Contohnya sampah yang ada diwilayah pesisir bisa dimanfaatkan kembali. “Seperti dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan manusia, mungkin sebagai bahan campuran atau sebagainya,” terang Bupati. (inu/bah)

Kulonprogo