RADAR JOGJA – Kurangnya pengawasan gugus tugas terhadap kegiatan masyarakat di tingkat kalurahan membuat kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo kembali meningkat. Akibatnya, klaster baru kembali terbentuk dan berdampak pada salah satu kantor desa di Kapanewon Panjatan terpaksa ditutup.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana mengatakan kasus tersebut terjadi di Padukuhan 10, Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan. Adapun penularannya diduga berasal dari salah satu warga yang kemudian menulari warga lainnya di wilayah desa tersebut. “Sumber penularan berasal dari salah satu warga kemudian berkontak dalam satu kegiatan,” ujar Fajar saat ditemui, Selasa (9/3).

Fajar menjelaskan, warga yang terkonfirmasi positif tersebut diketahui berprofesi sebagai pedagang kelapa yang dalam kesehariannya banyak berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai wilayah. Sehingga diduga awal penularan dimungkinkan berasal lari luar desa.

Lanjutnya, kasus penularan tersebut bisa meluas karena warga terkonfirmasi positif tersebut melakukan kontak dengan warga lain saat kegiatan kerja bakti dan hajatan. Warga tersebut diketahui seorang perempuan dan bertugas sebagai juru masak di kegiatan tersebut. Akibatnya, sebanyak 13 warga yang dinyatakan positif dan kini tengah mendapat perawatan di rumah masing-masing.

“Sementara yang kami lakukan tracing ada sekitar ratusan orang, karena kemungkinan warga yang positif ini berkontak dengan banyak warga,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan, penyebab meluasnya klaster di padukuhan Bojong juga karena kurangnya penerapan protokol kesehatan. Juga minimnya kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19.

Dia pun menyebut bahwa gugus tugas di tingkat kalurahan juga terkesan kurang dalam hal pengawasan kegiatan di masyarakat. Sehingga, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap peran gugus di wilayah tersebut.

“Pasti akan kami tindak tegas dan beri teguran terhadap gugus tugas di tingkat kalurahan, karena mungkin ini ada kelalaian. Namun apabila ada unsur pembiaran tentu akan ada tindakan yang lebih tegas karena ranahnya sudah undang-undang,” tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan salah satu warga yang terkonfirmasi positif tersebut juga memiliki kontak erat dengan pamong di Kalurahan Bojong. Dia menyatakan bahwa ada satu pamong yang dinyatakan tertular.

Sebelumnya, gugus tugas juga melakukan pemberhentian layanan di Puskesmas Panjatan 2. Hal itu didasari karena ada satu bidan yang terkonfirmasi positif di fasilitas layanan kesehatan masyarakat tersebut. Pada kasus ini gugus tugas tengah melakukan tracing terhadap kontak erat. (inu/bah)

Kulonprogo