RADAR JOGJA-  Situasi pandemi Covid-19, membuat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Kulonprogo pada tahun 2020 mengalami minus hingga 4,06 persen.

Pada tahun 2021 pemerintah setempat berencana melakukan optimalisasi pada beberapa sektor agar ekonomi bisa pulih kembali.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Triyono menuturkan, pandemi covid-19  membuat  beberapa sektor tidak bisa berjalan maksimal. Sehingga kondisi tersebut berpengaruh pada menurunnya LPE dan berdampak pada pendapatan daerah.

Upaya penanggulangan masalah tersebut juga terkendala. Dikarenakan sebagian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terpaksa harus mengalami recofusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Akibatnya ada beberapa program yang tidak bisa dikerjakan.

“Sehingga mau tidak mau harus melakukan penundaan kegiatan, inilah dilema kami. Memang susah dimasa pandemi seperti saat ini, geliat ekonomi masyarakat juga tidak bisa maksimal kami dorong,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (8/9).

Triyono menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa upaya agar LPE bisa kembali ditumbuhkan. Diantaranya dengan memaksimalkan sektor-sektor pendapatan yang busa dioptimalisasi. Seperti sektor pariwisata, pertanian dan UMKM.

Untuk sektor pariwisata, Pemkab sudah mendorong instansi terkait untuk membuat kegiatan di obyek wisata namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Harapannya kunjungan wisata di Kulonprogo bisa meningkat dan ekonomi masyarakat yang bekerja di sektor tersebut juga menggeliat.

Kemudian untuk sektor pertanian, Pemkab juga sudah  mendorong agar bisa meningkatkan produktivitas hasil panen. Hal tersebut bisa dilakukan karena pada sektor pertanian tidak terlalu dipengaruhi situasi pandemi.

“Di sektor UMKM, kami sudah dorong dinas terkait untuk membuat inovasi-inovasi agar mereka terus melakukan kegiatan ekonominya. Salah satu yang sudah berjalan adalah di Pasar Ssore yang ada di komplek Pasar Sentolo,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Bambang Susilo menginformasikan penyebab terbesar turunnya LPE menang dikarenakan pandemi Covid-19. Dimana pada tahun 2019 lalu, LPE di Kulonprogo mencapai 13,83 persen namun di tahun 2020 merosot menjadi minus 4,06 persen.

Adapun sektor LPE yang mengalami penurunan, lanjut Bambang, diantaranya pada sektor konstruksi sebesar 18,44 persen, kemudian sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8,56 persen, lalu sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman turun 5,13 persen, sektor jasa keuangan dan asuransi minus 4,88 persen, serta sektor industri pengolahan turun 3,55 persen.

“Sektor kuntruksi dan pertambangan turun drastis karena pembangunan banyak yang ditunda dan dibatalkan. Akibat banyak dana dialihkan untuk refocusing penanganan Covid-19,”ujarnya. (inu/sky)

Kulonprogo