RADAR JOGJA- Minimnya penerapan protokol kesehatan kegiatan masyarakat di tingkat kalurahan membuat kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo kembali meningkat.

Klaster baru kembali terbentuk dan satu kantor desa di Kapanewon Panjatan terpaksa ditutup karena terindikasi jadi lokasi penularan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati membenarkan  kasus tersebut yang terjadi di Dusun 10, Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan.

Adapun penularannya berawal salah satu warga yang ikut dalam kegiatan hajatan dan kerja bakti di dusun tersebut pada (27/2 ) lalu.

Baning menjelaskan, salah satu warga tersebut diketahui telah merasakan gejala Covid-19 namun tetap ikut beraktivitas dalam hajatan. Kemudian setelah dinyatakan sakit dan dilakukan tes baru diketahui bahwa salah satu warga itu terkonfirmasi positif.

Kasus penularan tersebut kemudian meluas menjadi klaster karena warga yang terkonfirmasi positif memiliki kontak erat. Total ada sebanyak 12 warga yang dinyatakan positif dan kini tengah mendapat perawatan di rumah masing-masing.

Kasus tersebut meluas diduga karena kurangnya penerapan protokol kesehatan. Sebab, dalam kegiatan kerja bakti dan makan bersama pada hajatan tersebut banyak warga yang tidak menggunakan masker.

“Yang terkonfirmasi positif diketahui juga memiliki warung sehingga banyak berkontak dengan orang lain,”katanya ¬†Selasa (9/3).

Bening menambahkan, warga yang terkonfirmasi positif tersebut memiliki kontak erat cukup banyak termasuk dengan pamong desa. Lanjut Baning, gugus tugas kemudian melakukan swab pcr terhadap 17 pamong desa dan 45 warga dan tengah menunggu hasilnya.

Kantor Kalurahan Panjatan terindikasi sebagai lokasi penularan. Sehingga gugus tugas kini juga telah melakukan penutupan kantor tersebut sampai hasil swab pamong desa keluar nantinya.

“Saat ini pelayanan di kalurahan kami tutup, karena ruangan di kantor tersebut sempit maka diduga banyak terjadi kontak erat,”tambahnya.

Selain melakukan penutupan terhadap kantor desa di Kapanewon Panjatan. Sebelumnya, gugus tugas juga melakukan pemberhentian layanan di Puskesmas Panjatan 2. Hal itu didasari karena ada satu bidan yang terkonfirmasi positif di fasilitas layanan kesehatan masyarakat tersebut. (inu/sky)

Kulonprogo