RADAR JOGJA – Seorang mantan sales provider jaringan WiFi ditangkap Jajaran Polres Kulonprogo. Dia terbukti melakukan tindak penipuan kepada puluhan warga Kulonprogo. Modus penipuan yang dilakukan pelaku adalah dengan menawarkan kerja sama usaha, total kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo AKP Munarso mengungkapkan, identitas pelaku adalah AW alias Aris, 40 warga Crangkep Lor, Purworejo yang merupakan mantan sales provider WiFi. Pelaku beraksi di wilayah Kulonprogo dengan menyasar orang-orang kaya yang dirasa memiliki uang yang cukup banyak.

Lanjut Munarso, dalam menjalankan kejahatannya tersebut pelaku berbekal kemampuannya sebagai sales untuk menawarkan kerja sama usaha, korban diminta sebagai pemodal. Modusnya pun beragam, mulai dari usaha buah-buahan hingga pemasangan WiFi dengan keuntungan tinggi. “Jadi pelaku AW ini membuat korbannya tertarik dengan perjanjian kerja sama usaha. Dengan bujuk rayunya itu para korban kemudian bersedia memberikan uang sebagai modal,” ujar Munarso, Kamis (25/2).

Munarso menyatakan bahwa jumlah korban dari pelaku di wilayah Kulonprogo terbilang cukup banyak. Mulai dari laporan korban di Polsek Sentolo sebanyak tiga laporan, Polres Kulonprogo sebanyak 5  laporan, Polsek Temon 1 laporan dan Polsek Pengasih 1 laporan.

Jumlah kerugian yang dialami korban pun beragam mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Adapun total uang penipuan yang diraup pelaku mencapai Rp 250 juta. “Jumlah korban maupun uang hasil penipuan bisa lebih besar, karena dimungkinkan masih banyak korban yang belum melapor,” imbuh Munarso.

Pelaku sendiri berhasil ditangkap pada 7 Februari 2021 lalu di wilayah Tempel Kabupaten Sleman. Upaya penangkapan dilakukan petugas polisi dengan berpura-pura sebagai calon korban.  Dari tangan pelaku berhasil disita puluhan surat perjanjian kerjas ama usaha. Karena perbuatannya, AW dijerat Pasal 372 atau 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Kanit Reskrim Polsek Sentolo Iptu Suparna menambahkan, pelaku dalam memetakan tiap korbannya memanfaatkan profesinya saat masih menjadi sales provider WiFi. Dia melakukan pendekatan kepada korban yang dirasa cukup banyak uang ketika saat memasang jaringan internet. “Pelaku mendekati korban untuk mengetahui kekayaannya, dari situ dia tahu apakah korban ini punya uang apa tidak dan bisa ditipu atau tidak,” terang Suparna.

Sementara itu, pelaku AW saat dimintai keterangan wartawan hanya bisa tertunduk malu. Dia mengaku terpaksa menipu lantaran terlilit utang ratusan juta rupiah dan penghasilannya sebagai sales tak cukup untuk membayar cicilan. (inu/ila)

Kulonprogo