RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mencatat adanya penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 22 kasus. Sehingga, kini total Covid-19 di kabupaten Kulonprogo mencapai 2.541 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan bahwa penambahan tersebut merupakan hasil tes dari penelusuran kasus harian yang terjadi di Kulonprogo. Dari 2.541 kasus tersebut, 51 kasus diantaranya melakukan isolasi mandiri di rumah sakit, kemudian 646 isolasi mandiri, 1.252 kasus dinyatakan selesai isolasi dan 523 kasus dinyatakan sembuh. ”Sebanyak 47 kasus pasien konfirmasi positif yang meninggal,” jelas Baning Selasa (16/2).

Dalam laporan harian tersebut, gugus tugas juga mencatat ada satu RT yang masuk zona oranye dalam kebijakan zonasi pengetatan secaraterbatas kegiatan masyarakat (PTKM) mikro di Kulonprogo.

Sementara terkait dengan perkembangan klaster pengajian di Jangkaran, Baning menyatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pemantauan di wilayah penularan dan menunggu hasil pemeriksaan swab yang dilakukan pada Senin (15/2). Untuk diketahui jumlah konfirmasi positif dari klaster tersebut hingga saat ini tercatat ada 57 kasus.

“(Untuk perkembangan kasus Jangkaran) masih isolasi kasus positif dan melakukan pemantauan. Dan menunggu hasil pemeriksaan swab,” ujar Baning Selasa (16/2).

Berdasar dari hasil penyelidikan gugus tugas sebelumnya, Baning menyatakan bahwa awal penularan klaster Jangkaran tersebut berawal dari imam masjid yang melakukan kontak dengan imam lain di wilayah Purworejo. Dimana hal tersebut diperkuat dengan adanya temuan kasus positif di wilayah tersebut sebelum ditemukannya klasterisasi Jangkaran.

Ia menyatakan bahwa gugus tugas juga telah menutup masjid yang menjadi lokasi penularan. Serta melakukan tracing lanjutan guna melihat potensi penularan lain dari klaster tersebut. Mengingat sebelumnya masjid itu juga sempat digelar berbagai kegiatan lain seperti salat berjamaah dan tahlilan. (inu/bah)

Kulonprogo