RADAR JOGJA – Sebanyak 10 orang di Dusun Trukan, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulonprogo mengalami keracunan setelah memakan tempe benguk. Para korban keracunan sudah dirawat di rumah sakit. Tinggal satu orang yang dirawat.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut diketahui petugas polisi pada Selasa malam (9/2) sekitar pukul 21.00. “Awal mula kejadian, berawal dari warga bernama Sarmi yang datang menjenguk saudaranya Suprapti dengan membawakan oleh-oleh tempe benguk,” katanya kemarin (10/2).

Tempe benguk yang merupakan oleh-oleh tersebut kemudian dibagikan oleh Suprapti kepada dua anaknya yang bernama Pujiyanto dan Muh Dahlan. Tempe benguk, yang merupakan panganan khas Kulonprogo tersebut, diberikan kemudian disantap oleh kedua orang tersebut dan anggota keluarganya yang berjumlah sepuluh orang.

Tak berselang lama, anggota keluarga yang telah memakan tempe tersebut kemudian merasa mual dan diare. Hingga harus mendapat perawatan di dua bidan, RS PKU Muhammadiyah Wates dan RS Amalia Temon.

Diketahui, korban yang memakan tempe benguk tersebut merupakan satu keluarga yang masih satu dusun. Sembilan diantaranya harus menjalani rawat jalan yakni Muh Dahlan (41), Tri Utami (39), Sujilah (61), Slamet (69), Subari (72), Anisa Hidayati (18), Rukiyem (72), Suratmi (53) dan Suparmi (45). Sementara satu korban bernama Fadhil Dwi Cahyo (11) terpaksa harus rawat inap di RS Amalia.”Hanya satu yang rawat inap, korban yang lainnya merasa baikan setelah mendapat perawatan di bidan dan rumah sakit,” ujar Jeffry.

Terkait dengan perkembangan para korban keracunan, Kapolsek Temon Kompol Riyono saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa semua korban kini sudah dalam kondisi baik dan diizinkan pulang ke rumah masing-masing.

Adapun penyebab keracunan keluarga satu dusun tersebut diduga karena tempe benguk yang dikonsumsi merupakan makanan basi. Petugas kini juga tengah memeriksa penjual tempe benguk yang mengakibatkan sepuluh orang tersebut keracunan.”Untuk korban sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing oleh pihak rumah sakit,” terang Kapolsek.

Jika Pengolahan Benar Tak Beracun

Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM Prof. Endang Sutriswati Rahayu menyebut, jika diolah dengan benar tempe benguk layak dikonsumsi. “Tempe benguk seharusnya tidak beracun jika proses pembuatannya benar,” katanya ketika dikonfirmasi kemarin (10/2).

Menurut dia, pengolahannya pun hampir sama dengan tempe kedelai. Secara umum, biji-biji koro benguk (mucuna pruriens) pada proses pembuatan tempe melalui perendaman 12 jam. Selain itu juga melalui perebusan dan pengukusan. Fungsinya untuk menghilangkan kandungan asam sianida (HCN) dalam substrat sebelum difermentasikan menjadi tempe. Nilai gizi tempe benguk, mengandung protein nabati. Kadar protein tempe benguk dengan strain 90 II/3 ialah 14,1 persen. “Nah, jika prosesnya benar saya kira tak akan menimbulkan keracunan. Sebab, pada saat diproses HCN otomatis akan hilang. Jikalau belum hilang dimakan dampaknya tak akan sampai keracunan,” beber Endang.

Kendati ada keracunan, Endang menambahkan, dimungkinkan disebabkan dari cara pengolahannya. Dimungkinkan saat mengolah dicampurkan dengan bahan lainnya yang memiliki kandungan kimia sehingga terjadi toxic (keracunan). “Kami tidak dapat mengklaim langsung. Perlu pendalaman kasus tersebut. Siapa saya yang makan, asal muasal tempe benguk,” tandasnya. (inu/mel/pra)

Kulonprogo