RADAR JOGJA – Tahapan pertama vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kulonprogo sudah selesai. Meskipun demikian banyak penerima vaksin yang ditunda penyuntikannya lantaran tidak memenuhi syarat. Kasus darah tinggi atau hipertensi mendominasi penundaan vaksinasi bagi para nakes di Bumi Menoreh.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati mengungkapkan, dari proses vaksinasi yang sudah dimulai sejak Senin (1/ 2) ada sebanyak 2.968 nakes yang ditargetkan, 2.442 diantaranya telah melakukan registrasi ulang. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 1.954 orang telah disuntik vaksin, lalu 308 orang harus ditunda dan 170 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat menerima vaksin.

Dijelaskan Baning, penundaan terpaksa dilakukan karena nakes dinyatakan tidak memenuhi beberapa poin untuk menerima vaksin Sinovac. Banyak diantaranya karena mengalami darah tinggi, dan sedang sakit saat jadwal vaksinasi.”Penundaan vaksinasi terbanyak karena saat pemeriksaan tekanan darahnya tinggi. Serta sakit saat jadwal penyuntikan vaksin,” ujar Baning, Senin (8/2).

Sementara yang tidak memenuhi syarat, kata dia, banyak diantaranya karena penerima vaksin memiliki penyakit kronis yang tak terkontrol. Seperti diabetes dan hipertensi. Selain itu, ada karena yang tengah hamil atau ingin hamil serta faktor usia.

Lebih lanjut, Baning juga menyampaikan tentang perkembangan terkait dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kulonprogo. Ia menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada laporan KIPI berat atau serius dari tahapan vaksinasi yang sudah terlaksana. “Dari 63 yang sudah melaporkan, 28 di antaranya hanya melapor mengantuk, lapar dan nyeri pada bagian yang disuntik. Itu KIPI ringan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, Sri Budi Utami menyampaikan bahwa kegiatan vaksinisai merupakan salah satu upaya memutus rantai penyebaran dan penguatan imun tubuh masyarakat. Ia menyampaikan pada 27 Januari 2021 lalu, Kabupaten Kulonprogo sedikitnya telah menerima 5.480 dosis vaksin dan cukup digunakan untuk dua kali dosis. ”Vaksinisai ini sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran dan penguatan seluruh masyarakat dengan memperkuat ketahanan tubuh,” kata Sri. (inu/pra)

Kulonprogo