RADAR JOGJA – Hingga hari ketiga pelaksanaan vaksinasi sudah ada sebanyak 76 tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten Kulonprogo tidak bisa melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama. Hal tersebut dikarenakan para nakes tidak memenuhi syarat tekanan darah yang sudah ditentukan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengungkapkan bahwa untuk target sasaran vaksinasi sendiri ada sebanyak 1.559 nakes. Namun, hingga hari ketiga vaksinasi tahap pertama baru ada 773 yang melakukan registrasi ulang dan 664 yang sudah disuntik vaksin.

Dari jumlah yang sudah melakukan registrasi, Baning menyatakan 76 nakes diantaranya tidak memenuhi syarat vaksinasi. Adapun penyebabnya dikarenakan tidak memenuhi syarat untuk disuntik vaksin Sinovac. “Mayoritas (yang tidak memenuhi syarat) karena tekanan darah saat diperiksa melebihi 140/90 mmHg,” terang Baning, Rabu (3/2).

Jika dihitung dengan persentase, baru 42 persen nakes di Kulonprogo yang sudah disuntik vaksin. Dimana jumlah tersebut merupakan data dari delapan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang sudah diterima oleh Dinas Kesehatan Kulonprogo.

Untuk diketahui, adapun total keseluruhan nakes yang menjadi target vaksinasi di Kulonprogo tercatat yakni sebanyak 3.499 orang. Proses vaksinasi sendiri akan dilakukan dua tahap, tahap pertama direncanakan selesai pada Sabtu (6/2) mendatang. Kemudian tahap kedua akan dilakukan di minggu ketiga Februari.

Lalu untuk fasyankes yang ditunjuk sebagai lokasi penyuntikan vaksin. Terdiri dari 21 puskesmas, 2 rumah sakit rujukan yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo. Serta satu klinik yakni Klinik Bhayangkara Kulonprogo. “Untuk proses vaksinasi memang kami lakukan secara bertahap,” ujar Baning.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Pengasih 2, Salamah menyampaikan bahwa hingga pelaksanaan hari ketiga vaksinasi ini semuanya berjalan lancar. Ia pun mengaku hingga saat ini pihaknya juga belum menemui kendala serius.
“Dalam pelaksanaan vaksinasi hingga saat ini kami belum mendapat masalah serius. Belum ada penerima vaksin yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI),” ungkapnya. (inu/bah)

Kulonprogo