RADAR JOGJA – Kondisi Pantai Trisik saat ini banyak dipenuhi sampah. Hal tersebut diduga karena musim penghujan dan adanya kiriman dari luapan Sungai Progo.

Salah satu warga, Sangudi mengungkapkan bahwa kondisi pantai penuh sampah ini sudah dirasakan masyarakat sejak pertengahan Januari 2021 lalu. Ia menyebut bahwa penyebab banyaknya sampah dikarenakan luapan Sungai Progo yang selalu terjadi dikarenakan tingginya curah hujan.

“Penyebabnya karena banjir, sehingga sampah dari sungai Progo langsung menuju ke Pantai Trisik. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar setengah bulanan,” ujar Sangudi, Senin(1/ 2).

Kondisi tersebut dikeluhkan salah satu pengunjung pantai, Ravian Rasyid Mustofa mengaku terganggu dengan banyaknya tumpukan sampah. Sebab, sebagai destinasi wisata menurutnya kawasan Pantai Trisik harus dijaga kebersihannya.”Jelas sangat terganggu dan bikin tidak nyaman, karena disini niatnya berwisata malah melihat banyak sampah,” keluh Ravian.

Sebelumnya, akibat sampah yang terbuang ke laut. Di kawasan pantai Kulonprogo juga ditemukan hewan langka mati di kawasan pesisir. Yakni penyu hijau dan lumba-lumba hidung botol. Diduga penyebab kematian dua hewan tersebut karena memakan sampah yang ada di lautan.

Meski tumpukan sampah banyak dikeluhkan, bagi Tukinem warga kapanewon Galur kondisi tersebut justru menjadi keuntungan baginya. Ia mengumpulkan sampah-sampah yang menumpuk untuk kemudian dipilah dan dijual ke pengepul. “Lumayan buat tambah penghasilan, untuk sampah kayu perkarung harganya bisa Rp18.000,” ungkap Tukinem. (inu/bah)

Kulonprogo