RADAR JOGJA – Meski sudah dilaksanakan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), kasus penambahan positif Covid-19 di Kulonprogo tetap tinggi. Dari data yang dimiliki Gugus Tugas selama seminggu penerapan kebijakan tersebut, tercatat dari tanggal 11 hingga 17 Januari 2020 ini tercatat ada penambahan sebanyak 273 kasus positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati menyampaikan bahwa adapun total kasus positif Covid-19 di Kulonprogo sendiri hingga pertengahan Januari ini tercatat sudah mencapai 1.550 kasus. Rinciannya 50 kasus melakukan isolasi di rumah sakit, 502 kasus isolasi mandiri, 415 kasus telah menyelesaikan isolasi, 521 kasus sembuh dan 26 kasus dinyatakan meninggal dunia.

Menurutnya, pelaksanaan protokol kesehatan yang kurang baik saat di dalam maupun di luar rumah menjadi penyebab utama kenaikan kasus. Hal tersebut dibuktikan dengan cukup banyaknya penularan atau klaster didalam keluarga.
Untuk itu, Baning meminta kepada masyarakat untuk terus selalu waspada dan menerapkan patuh terhadap penerapan protokol kesehatan. Sebab, menurutnya hingga saat ini kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih sangat kurang.

“Perkembangan kasus di Kulonprogo peningkatannya memang cukup tinggi. Di bulan Januari ini rata-rata tambahan kasus harian lebih dari 30 kasus,” ungkap Baning Minggu (17/1).

Sementara terkait dengan penegakan selama PTKM di Kulonprogo, Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran mengatakan bahwa kebijakan terkait dengan penerapan PTKM belum sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat.

Sumiran menyatakan bahwa pihaknya masih menemui pelaku usaha yang masih melakukan pelanggaran. Padahal sebelumnya petugas sudah memberikan edukasi kepada pemilik atau pengelola toko/warung tersebut agar taat pada aturan PTKM yang diberlakukan mulai 11-25 Januari 2021 itu.

Ia mengungkapkan, Satpol PP Kulon Progo rencananya terus melaksanakan operasi dengan personel internal selama PTKM. Toko yang tidak patuh disaat operasi gabungan akan dikunjungi dan diedukasi kembali. Khususnya terhadap penerapan jam malam yang melebihi pukul 19.00.

“Apabila sudah diedukasi masih tetap melanggar akan ada tindakan seperti surat peringatan pertama hingg ketiga. Jika masih tetap ngeyel, terpaksa akan dilakukan penutupan di tempat usaha tersebut,,” terang Sumiran. (inu/bah)

Kulonprogo