RADAR JOGJA – Hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Kulonprogo mengalami peningkatan. Meningkatkan angka masyarakat miskin disebabkan banyaknya masyarakat yang kehilangan penghasilan akibat pandemi Covid-19.

Kepala BPS Kulonprogo Sumarwiyanto mengatakan kemiskinan di Kulonprogo meningkat sebanyak 18,1 persen. Angka tersebut naik dari tahun sebelumnya yang diketahui sebesar 17,9 persen.

Adapun kategori miskin, dijelaskan Sumarwiyanto, adalah masyarakat yang memiliki penghasilannya kurang dari Rp 1,8 per bulan. Di kabupaten Kulonprogo rata-rata pendapatan yang masuk kategori miskin penduduk hanya Rp 354 ribu per kapita per bulan.

”Kemudian untuk jumlah jiwa masyarakat Kulonprogo yang masuk kategori miskin ada sekitar 78 ribu jiwa,” ungkap Sumarwiyanto Selasa (5/1).

Dijelaskan, meningkatnya angka kemiskinan di Kulonprogo disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena karena pandemi Covid-19. Dibatasinya aktivitas karena pandemi, disebut cukup berdampak pada berkurangnya penghasilan sebagian masyarakat. Khususnya bagi mereka yang bekerja di bidang informal, seperti petani dan pedagang.

Terkait dengan peningkatan angka kemiskinan ini, Sumarwiyanto berharap agar Pemkab Kulonprogo bisa memaksimalkan kinerja di tiap instansi. Contohnya, pada dinas pertanian bisa membantu peningkatan produksi atau dinas sosial melakukan pemberdayaan masyarakat miskin.

”Terkait dengan naiknya kemiskinan ini, tentu butuh kolaborasi tiap dinas di Kulonprogo. Namun, yang tidak kalah penting juga adalah usaha dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kulonprogo Sutedjo mengungkapkan bahwa kenaikan angka kemiskinan di Kulonprogo menurutnya masih rendah. Bahkan terbilang masuk kategori stabil.

Ia pun menyatakan, bahwa pada 2021 ini pihaknya sudah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat. Khususnya untuk membuat masyarakat yang masuk kategori miskin supaya lebih produktif.

”Memang ada peningkatan kemiskinan tapi angkanya sangat sedikit dan bisa dibilang masih stabil. Untuk mengurangi peningkatannya, di tahun ini kami sudah siapkan program pemberdayaan, pendayagunaan masyarakat miskin hingga bedah rumah,” ujar Sutedjo. (inu/bah)

Kulonprogo