RADAR JOGJA – Kado tahun baru bagi warga Kulonprogo. Di awal tahun ini, kasus penularan Covid-19 di Kulonprogo terus bertambah. Bahkan saat ini telah menyentuh angka penularan mencapai 1.065 kasus. Meski selama ini disebutkan masuk zona kuning atau risiko penularan rendah.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Baning Rahayujati menyatakan, hingga kemarin tercatat ada 1.065 kasus konfirmasi positif di Kulonprogo. Jumlah tersebut didapat dari adanya penambahan pada kemarin (1/1) sebanyak 55 kasus.

Dari 1.065 kasus tersebut, rincianya 28 orang melakukan isolasi di rumah sakit, isolasi mandiri 282 orang, 737 orang dinyatakan sembuh dan 18 orang meninggal. Kapanewon Wates merupakan wilayah penemuan tertinggi dengan 187 kasus.

Baning mengatakan, jumlah kasus yang tercatat kemarin merupakan rekor baru penularan Covid-19 tertinggi Sebelumnya pada Kamis (31/12) jumlah kasus positif juga masuk kategori tinggi yakni 40 kasus. “Untuk hari ini (kemarin) penambahan kasus terkonfirmasi positif ada 55 kasus,” ujar Baning.
Sebelumnya, Baning meminta masyarakat Kulonprogo juga harus waspada terhadap klaster keluarga. Sebab untuk saat ini klaster tersebut cukup mendominasi penularan Covid-19 di Kulonprogo.

Adapun penyebabnya, lanjut Baning, karena kurang patuhnya para pelaku perjalanan yang kembali ke Kulonprogo tanpa menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Diantaranya tidak melakukan isolasi mandiri dan justru berkontak dengan anggota keluarga lain.”Sehingga kami meminta agar masyarakat tetap waspada,” terang Baning.

Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengimbau agar masyarakat waspada dan tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Dia pun sudah membentuk tim khusus hajatan. Guna mengawasi masyarakat yang menggelar berbagai kegiatan seperti khitanan, pernikahan, arisan atau lainnya yang digelar di tengah pandemi.

Nantinya tim khusus akan bertugas melakukan pengawasan protokol dari pemakaian masker, penyediaan cuci tangan hingga penjagaan jarak dan pencegahan kerumunan. Sehingga potensi penularan pun bisa diantisipasi. “Dengan tim khusus ini harapannya protokol kesehatan di masyarakat bisa diawasi dengan baik,” tuturnya. (inu/pra)

Kulonprogo