RADAR JOGJA – Penyalahgunaan narkoba masih mendominasi kasus kejahatan di Kulonprogo sepanjang 2020 lalu. Selain itu kasus kematian mendadak serta penemuan mayat juga meningkat.

Kapolres Kulonprogo AKBP Tartono mengungkapkan, pada kasus penyalahgunaan narkoba tercatat ada kenaikan sebanyak sembilan kasus dengan jumlah total sebanyak 53 kasus di tahun 2020. Jumlah tersebut naik dari tahun 2019 yang tercatat 44 kasus.

Dijelaskan Kapolres, di tahun lalu kasus penyalahgunaan narkoba banyak didominasi oleh pengedar dengan jumlah tersangka sebanyak 84 orang. Rinciannya 82 tersangka berjenis kelamin laki-laki dan dua merupakan perempuan. Untuk barang bukti terbanyak adalah pil Clonazepam sebanyak 8.229 butir.

“Jumlah tersebut naik dari tahun sebelumnya, di 2019 tercatat jumlah tersangka ada 60 tersangka. Dengan rincian 56 laki-laki dan empat perempuan,” terang Tartono, Kamis (31/12).

Selain adanya peningkatan di kasus narkoba, kepolisian di wilayah Kulonprogo juga mencatat ada kenaikan pada kasus pencurian dan pemerkosaan. Pada pencurian dengan kekerasan ada kenaikan sebanyak tiga kasus, lalu pemerkosaan naik sebanyak tiga kasus dari tahun sebelumnya. Namun pada kasus pencurian dengan pemberatan justru turun sebanyak sembilan kasus.

Tartono menambahkan, kenaikan juga terjadi pada kasus penemuan mayat dan kematian mendadak. Pada 2020 tercatat ada sebanyak 28 kasus kematian mendadak, naik dari 2019 yang hanya satu kasus. Kemudian pada kasus penemuan mayat naik sebanyak 10 kasus dengan jumlah total sebanyak 28 kasus.

Naiknya kasus kematian mendadak serta penemuan mayat ini di 2020, kata dia, disebabkan berbagai faktor. Selain karena faktor masa pandemi dan cuaca. Di tahun lalu pihaknya juga meningkatkan perhatian terhadap kasus non pidana.”Kasus-kasus non pidana ini biasanya dilewatkan, untuk kami jadi perhatian. Dan ke depan akan dilakukan evaluasi,” ujar Tartono. (inu/pra)

Kulonprogo