RADAR JOGJA – Aturan penerapan rapid test antigen tak mempengaruhi masyarakat untuk tetap menggunaka transportasi udara. Buktinya, selama libur Natal tahun ini jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) meningkat.

PTS GM YIA, Taochid Purnomo menyampaikan bahwa total penumpang pesawat selama musim natal ini disebut mencapai 80.765 orang. Jumlah tersebut dihitung sejak didirikannya posko pada 18 Desember sampai 29 Desember 2020.

Taochid menjelaskan, pada libur Natal, rata-rata jumlah penumpang per hari bisa mencapai kisaran 8.000 orang. Dengan jumlah pergerakan pesawat hingga 80 kali.

”Puncak keberangkatan terjadi pada tanggal 20 Desember kemarin. Tercatat sampai 8.779 penumpang,” terang Taochid di YIA, Rabu (30/12).
Ia juga memprediksi akan terjadi peningkatan penumpang saat arus balik tahun baru nanti. Taochid menyebut bahwa puncak arus balik terjadi pada 3 Januari 2021 mendatang, dengan jumlah penumpang mencapai 9.000 orang. Kemudian pergerakan pesawat kemungkinan mencapai 90 pergerakan.

Terkait dengan persiapan arus balik tahun baru nanti, Taochid menyatakan, bahwa YIA sudah mensiagakan personel untuk menaatkan protokol kesehatan. Dua posko yang melayani rapid test antigen juga disiapkan dengan kapasitas 300 alat per hari.

”Jumlah alat rapid bisa ditambah tergantung situasi dan kondisi. Apabila dibutuhkan tentu akan kami tambah jumlah alatnya. Bila ada calon penumpang yang positif akan kami tolak penerbanganya,” imbuhnya.

Disingung tentang adanya pembatasan penerbangan internasional oleh pemerintah pusat, Taochid menyatakan bahwa pengaruhnya tidak terlalu berdampak di YIA. Sebab penerbangan internasional di bandara tersebut terbilang masih rendah.”Pengaruhnya (aturan penebangan internasional) di YIA mungkin tidak terlalu signifikan,” ungkap Taochid. (inu/bah)

Kulonprogo