RADAR JOGJA – Aparat kepolisian dari Polres Kulonprogo menangkap gerombolan geng pelajar dengan membawa senjata tajam, yang sebelumnya sempat viral di media sosial. Setelah melakukan penyidikan, polisi menetapkan satu tersangka bernama Yulian Pratikno,27 alias YP. Diketahui, YP merupakan pentolan geng SUD WAT Allbase.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo, AKP Munarso menyampaikan, total ada 12 anggota geng yang diamankan petugas. Namun hanya satu orang bernama YP yang ditetapkan tersangka karena cukup kuat bukti dalam kepemilikan senjata tajam. Selain itu, YP diketahui merupakan pentolan geng yang bertugas memimpin anggota geng lain.

YP ditetapkan sebagai tersangka karena kepemilikan senjata tajam. Tindakannya terbukti melanggar pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 Tentang Menguasai Senjata Tajam Dengan Ancaman Hukuman 10 Tahun Penjara.

”Untuk YP memang kami tetapkan tersangka karena jelas terbukti membawa celurit. Sementara untuk 11 anggota geng lain karena masih bersekolah kami lakukan pembinaan khusus,” terang Munarso di Mapolres Kulonprogo, kemarin (28/12).

Munarso menerangkan, penangkapan geng tersebut bermula dari viralnya video sekelompok anggota geng di sosial media pada Kamis (24/7) sekitar pukul 03.00. Dalam video berdurasi 23 detik itu, para anggota geng tengah mengacung-acungkan senjata di Jembatan Srandakan dengan menggunakan sepeda motor dan berjalan zig-zag.

Setalah dilakukan penyelidikan, tak butuh waktu lama polisi dalam mengamankan para pelaku. Sekitar pukul 09.00 anggota geng yang terlibat dalam aksi teror jalanan tersebut berhasil diamankan. Dari hasil penangkapan, polisi berhasil mengamankan barang bukti lima unit motor, sebilah celurit, satu sabuk gir dan beberapa alat komunikasi.

Selain berperan sebagai pentolan geng, YP diketahui dulunya juga cukup aktif dalam kegiatan tawuran saat masih tinggal di tempat asalnya di Jakarta. Di wilayah ibu kota pun, YP pernah pernah berurusan dengan hukum, namun tidak sampai diadili karena saat itu masih berstatus pelajar.

Munarso mengatakan, bahwa dalam aksi yang mereka lakukan memang tidak ada kerugian secara materil. Kendati demikian, para pelaku melakukan aksi yang menurutnya sangat meresahkan masyarakat.

“Pada video tersebut terdapat potensi kekerasan yang mungkin bisa terjadi pada siapa saja seperti kejahatan jalanan yang disebut klitih yang pernah terjadi di Jogjakarta,” ungkap Munarso.

Sementara dari keterangan pelaku, YP mengaku membawa senjata tajam hanya untuk jaga-jaga. Sebab ia mendapat informasi bahwa geng lain yang akan melakukan penyerangan. “Sajamnya buat jaga jaga. Kalau ke Wetan (Jogja) suka ketemu geng lain,” katanya. (inu/bah)

Kulonprogo