RADAR JOGJA – Imam Rodli, Warga Wates Produksi Oalahan Tape Berbahan Dasar Lidah Buaya Diklaim Pertama di Indonesia, Omzet Capai Rp 30 Juta
Lidah buaya sudah lama dikenal sebagai tumbuhan berkhasiat bagi kesehatan. Berkat tangan dingin Imam Rodli tanaman penuh manfaat tersebut bisa dibuat berbagai. Dengan membuat berbagai mulai dari nata de coco hingga tape berbahan dasar lidah buaya.

Iwan Nurwanto, Kulonprogo, Radar Jogja

Terhitung sudah sejak 2013 lalu Imam mendalami tanaman lidah buaya. Dia pun menanam sendiri tanaman tersebut di lahan dan halaman rumahnya. Sudah banyak berbagai olahan yang ia buat dari tanaman yang memiliki nama latin Aloe Vera itu. “Lidah buaya saya buat es krim, kripik, coklat, dodol, teh, nata de coco dan yang baru kami luncurkan adalah tape lidah buaya,” ungkap Imam kemarin.

Dia memanfaatkan kediaman sekaligus rumah produksinya yang beralamat di KH Ahmad Dahlan, Sebokarang, Wates, Kulonprogo. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Rama Vera ini, mengaku baru saja mengenalkan olahan tape berbahan dasar lidah buaya. Ia mengaku bahwa ide membuat olahan tape dari lidah buaya tersebut baru muncul sejak empat bulan lalu. Serta diklaim baru pertama di Indonesia dan merupakan produk asli Kulonprogo.

Imam mengungkapkan bahwa proses pembuatan tape lidah buaya ini terbilang cukup mudah. Tanaman lidah yang sudah dipanen dikupas kulitnya dan dibersihkan. Setelah itu dibersihkan lendirnya dengan menggunakan garam dan dicuci dalam air mengalir.

Setelah lidah buaya ditiriskan kemudian dipotong kecil-kecil. Lalu potongan lidah buaya tersebut direbus dalam air mendidih yang sudah dicampur dengan daun pandan dan ditiriskan.

Selanjutnya, didihkan lagi air dengan gula pasir hingga mencapai suhu 40 derajat dan rebus kembali lidah buaya yang sudah ditiriskan dengan dicampur biang tape lidah buaya. Setelah selesai, lidah buaya yang sudah diproses difermentasikan selama 18 hingga 24 jam dan siap dihidangkan.

Imam menyebut, tape lidah buaya buatannya banyak memiliki keunggulan, salah satunya berkhasiat bagi kesehatan pencernaan. Tape lidah buaya dikatakan dapat mengobati maag, diabetes, kolesterol dan melancarkan buang air besar (BAB).”Tape lidah buaya juga berkhasiat untuk membersihkan usus, sehingga sangat baik untuk pencernaan,” imbuh Imam.

Saat ini produk olahan lidah buaya juga terbilang prospektif, Imam menyatakan bahwa tape buatannya sudah dipasarkan hingga Solo, Salatiga dan Cilacap. Omzetnya juga lumayan menggiurkan, selama sebulan dia mampu meraup omzet dari Rp 10 juta hingga Rp 30 juta. (pra)

Kulonprogo