RADAR JOGJA – Musim libur natal dan tahun baru nanti, wisata pantai di Kulonprogo diprediksi akan ramai dikunjungi wisatawan. Upaya pengawasan terhadap protokol kesehatan akan dilakukan guna mencegah terjadinya klaster di tempat wisata.

Koordinator Sarlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo Aris Widiatmoko mengatakan, selain melalukan pengawasan terhadap pengunjung. Pihaknya juga akan menerjunkan personil untuk melakukan penegakan protokol kesehatan.

Dikatakan, total ada 43 personil yang diterjunkan di beberapa titik rawan keramaian. Diantaranya, pada kawasan pemecah ombak Pantai Glagah dan Pantai Congot. Kedua pantai tersebut disebut cukup ramai pengunjung saat musim liburan. “Akan kami awasi penerapan protokol kesehatan di kawasan yang menjadi pusat keramaian tersebut. Apabila ada yang melanggar akan kami beri sanksi sosial untuk membersihkan lingkungan,” ujar Aris, Selasa (22/12).

Selama diterapkannya aturan protokol kesehatan di destinasi wisata. Aris menyatakan bahwa pihaknya kerab menemui masyarakat yang masih tak patuh menggunakan masker dan menjaga jarak. Setiap kali operasi, pihaknya menemukan setidaknya ada 80 pelanggar. Jumlah tersebut meningkat saat akhir pekan dan liburan.

Selama penegakan aturan tersebut, Aris mengaku menemukan beberapa pelanggaran saat wisatawan sudah berada di lokasi wisata. Para pengunjung biasanya hanya memakai masker saat masuk ke loket dan kemudian melepaskannya ketika sudah sampai di spot-spot foto.”Untuk itu kami berikan edukasi kepada pelanggar tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan,” imbuh Aris.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pengelola wisata agar bisa menerapkan protokol kesehatan. Selain itu pihaknya juga melakukan uji kelayakan destinasi wisata yang dibuka saat masa pandemi.

Joko menyatakan bahwa khusus di tahun ini Pemkab Kulonprogo tidak mematok target kunjungan sast musim libur Nataru. Mengingat potensi penularan saat pandemi. “Untuk destinasi yang layak dan sudah menerapkan protokol kesehatan akan kami tempeli stiker,” ujar Joko. (inu/pra)

Kulonprogo