RADAR JOGJA – Kasus Covid-19 di Gunungkidul meningkat signifikan. Karena itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) diperketat. Termasuk pemeriksaan hasil rapid antigen bagi wisatawan. Apalagi, menyusul datangnya libur perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).”Disiplin prokes wajib ditegakkan,” tegas Heri melalui sambungan telepon Minggu (20/12).

Heri juga meminta kebijakan pengetatan prokes oleh dinas pariwisata perlu dikaji ulang. Dalam masa pandemi, Heri tak menggubris target pendapatan asli daerah maupun tingkat kunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Asti Wijayanti ketika dikonfirmasi mengaku masih berkoordinasi mengenai tindak lanjut kebijakan wajib rapid tes antigen bagi wisatawan yang berkunjung.

“Untuk sementara kebijakan yang sudah ada tetap dijalankan,” katanya.
Misalnya, pendataan domisili wisatawan, kewajiban memakai masker, aturan jaga jarak serta sarana cuci tangan di lokasi destinasi wisata. Mengenai penyekatan jalur wisatawan kembali disampaikan hingga sekarang belum dilakukan. Dia masih menunggu perintah dari pimpinan untuk memantau hasil rapid antigen wisatawan.

“Kami masih menunggu hasil koordinasi lanjutan,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati menyampaikan adanya penambahan kasus covid dari salah satu pondok pesantren (ponpes). Tercatat 16 santri terkonfirmasi positif covid dengan kondisi tanpa gejala.

Pada bagian lain, Yogyakarta International Airport (YIA) menyediakan layanan rapid antigen. Antusiasme masyarakat terhadap salah satu syarat untuk penggunaan tranportasi ini juga terbilang cukup tinggi.
Pantauan Radar Jogja, antrean panjang calon penumpang terlihat di pos pengujian rapid antigen Minggu (20/12).

Nana Maharani, 39, seorang calon penumpang mengatakan, ia harus mengantre cukup lama agar bisa melakukan rapid antigen tersebut. Dia tiba pukul 06.00. Namun, baru dipanggil untuk menjalani tes sekitar pukul 10.00
Branch Manager YIA Joko Setyo Pembudi menilai, antusiasme pengguna bandara untuk mengikuti rapid antigen cukup tinggi. Sabtu (19/12), misalnya, ada 400 penumpang yang melakukan tes. Jumlah tersebut melampaui kuota alat yang ditentukan sebanyak 300 alat.

Sebagai informasi, layanan rapid antigen di YIA akan diprioritaskan bagi calon penumpang yang belum memiliki surat keterangan non reaktif untuk syarat keberangkatan. Setiap harinya disediakan kuota sebanyak 300 alat tes. Biayanya Rp.170.000. (gun/inu/zam)

Kulonprogo