RADAR JOGJA – Penumpang pesawat diprediksi mengalami kenaikan saat libur Natal dan tahun baru. Sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19, dilakukan pendirian posko terpadu di bandara.

Pts General Manager Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Taochid Purnama mengatakan bahwa posko terpadu bandara akan dibuka mulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. Selain berfungsi sebagai pusat informasi, juga menjadi pengawas protokol kesehatan (prokes) pengguna jasa penerbangan.

Meskipun demikian, Taochid menjelaskan bahwa posko terpadu tersebut nantinya akan berbeda seperti sebelum pandemi. Posko di bandara nantinya hanya akan bertugas dalam pengumpulan dan penyampaian data serta pengawasan apabila terjadi lonjakan. ”Karena dibuka pada masa pandemi covid-19 maka posko tersebut bukan terpadu melainkan lebih pada posko pengumpulan dan penyampaian data serta ansitipasi jika terjadi lonjakan,” ungkap Taochid, Kamis (17/12).

Kemudian pada jumlah peningkatan pengguna bandara sendiri, Taochid menyebut dapat mencapai 30 persen atau mencapai 10.000 penumpang. Diketahui, pada hari biasa penumpang berkisar 4.000 orang sementara memasuki bulan Desember ini penumpang sudah meningkat jadi 8.000 orang. Puncak keberangkatan diperkirakan terjadi pada tanggal 23 Desember 2020 dan puncak kedatangan di tanggal 4 Januari 2021.

Selain penumpang, peningkatan diprediksi juga terjadi pada lalu lintas pesawat hingga sekitar 39 persen atau mencapai sebanyak 65 pergerakan. Dimana, pada Desember ini tercatat sudah ada 50 pergerakan pesawat. “Jadi nanti diprediksi saat puncak nataru bisa mencapai 10 ribu hingga 11 ribu penumpang perhari. Kemudian pergerakan pesawat bisa sampai 60-65 kali perhari,” terang Taochid.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menghimbau agar para pelaku perjalanan yang menuju ke Kulonprogo untuk mematuhi protokol kesehatan. Sebab, kasus pelaku perjalanan banyak didominasi oleh klaster pendatang dan orang pulang pergi.

“Sehingga kamimemita masyarakat lebih waspada dan tertib menerapkan protokol kesehatan,” ujar Fajar, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Kulonprogo itu. (inu/pra)

Kulonprogo