RADAR JOGJA – Sebanyak 1.788 orang di Kulonprogo diberi sanksi sosial karena tak patuh terhadap protokol kesehatan. Para pelanggar diberi hukuman oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berupa kegiatan menyapu jalan di Kulonprogo.

Kepala Satpol PP Kulonprogo, Sumiran menyatakan bahwa sebanyak 1.788 pelanggar tersebut merupakan catatan dari bulan bulan Agustus hingga November 2020 lalu. Selama penegakan 4 bulan tersebut, pihaknya banyak menemukan pelanggaran tidak tertib dalam penggunaan masker dan jaga jarak.

Satpol PP, lanjut Sumiran, kemudian melakukan teguran hingga pemberian sanksi sosial kepada masyarakat yang tak patuh penerapan protokol kesehatan. Dimana hal tersebut sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Kulonprogo No.44 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Kehidupan Baru.
“Para pelangar kami beri sanksi untuk menyapu jalan di beberapa lokasi yang ada di Kulonprogo,” terang Sumiran, Kamis (17/12).

Sumiran menyatakan, bahwa pelanggaran protokol banyak ditemukan di pasar-pasar. Para pengunjung pasar, mulai dari pedagang hingga penjual disebut kurang patuh terhadap penggunaan masker dan aturan jaga jarak.

Menyambut malam pergantian tahun nanti, Sumiran menyatakan bahwa pihaknya juga sudah melakukan persiapan dalam penegakan protokol kesehatan. Satpol PP akan melakukan patroli dan pengawasan di lokasi-lokasi yang rawan kerumunan. ”Di malam tahun baru kami siagakan 40 personil,” ungkapnya.

Terkait dengan upaya mencegah terjadinya pelanggaran di pasar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kulonprogo, Iffah Mufidati mengaku sudah melakukan upaya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola pasar agar bisa menertibkan protokol bagi pedagang maupun pembeli.

“Kami sudah mengingatkan kepada para pedagang dan penjual melalui pengelola pasar agar bisa terus protokol kesehatan terus diterapkan selama pandemi berlangsung,” ujar Iffah. (inu/bah)

Kulonprogo